Diduga Kualitas Bangunan Buruk, Polindes Dukuhdimoro Baru Dibangun Ambruk

ilustrasi bangunan roboh

KANALINDONESIA.COM : Buruknya kualitas pembangunan proyek yang ada di Desa Dukuhdimoro membuat teras bangunan Polindes (Poliklinik Desa) di Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung ambruk. Yang aneh, bangunan yang baru saja dibangun tersbut ambruk hanya gara-gara kena air hujan. Dana bangunan polindes tersebut bersumber dari DD (Dana Desa) sebesar Rp150 juta.

Namun disaat kejadian ambruknya teras polindes yang baru saja dibangun itu, keadaan disekitar polindes sedang sepi. Pasalnya kejadian ambruknya teras dini hari, sehingga tidak ada korban yang tertimpa reruntuhan atap teras.

“Ambruknya minggu dini hari saat hujan deras. Teras berukuran 6 meter ambruk,” ungkap Mohamad, warga setempat.(05/09/2016)

Masih menurut Muhamad, “bahwa bangunan tersebut dalam proses finising. Dalam pembangunan tersebut, selain Polindes, juga ada bangunan untuk sekolah PAUD atau kelompok bermain. Pada sabtu malam, hujan yang sangat deras mengguyur Dukuhdimoro dan sekitarnya, bahkan hampir di seluruh Jombang waktu itu hujan. Datangnya hujan yang secara terus menerus dan kualitas bangunan yang buruk, memicu ambruknya teras polindes ambruk,” paparnya.

Baca:  Herianto: Bukan Tidak Mau Hering, Tapi Tidak Ada Surat Masuk

“ambruknya teras tersebut karena kualitas proyek yang buruk. Dikarenakan, tiang penyangga teras itu tanpa ada besi yang berfungsi sebagai otot. Secara otomatis, ketika ada beban berat lebih akibat hujan, teras tersebut langsung ambruk,” Tukas Muhamad.

Selain menyayangkan kualitas bangunan yang buruk, Muhamad juga menduga proyek tersebut juga menyalahi aturan. Karena tidak ada papan proyek di awal pengerjaan hingga pekerjaan mau selesai, dan tinggal tahap finising. “Ada yang tidak beres dengan proyek itu,” tudingnya.

Kepala Desa (Kades) Dukuhdimoro Ahmad Nasrum membenarkan tentang ambruknya teras polindes yang baru dibangun. Akan tetapi Kades Ahmad berdalih lebih menyalahkan cuaca. Yakni, karena kencangnya angin, dan hujan yang cukup deras, serta bangunan yang masih belum selesai dan dalam kedaan basah.

Baca:  Pasutri Curi HP di Mojokerto, Aksi Pelaku Terekam CCTV

“Bangunannya masih basah. Kemudian turun hujan disertai angin kencang. Sehingga teras tersebut ambruk,” Ungkap Ahmad ketika dikonfirmasi via seluler.

Ahmad memang membenarkan bahwa pembangunan Polindes dan Playgroup itu bersumber dari DD. Soal nilai proyek Kades nampak sedikit berkelit dan terkesan menutup-nutupi, bahkan ia mengaku lupa terkait nilai anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan polindes Desanya. Pihaknya hanya menegaskan bahwa proyek tersebut, dikerjakan LPMD (Lembaga Pembangunan Masyarakat Desa) setempat.

“Nilainya sekitar Rp100 juta. Ambruknya ya karena bangunan masih basah. Sudah begitu, hujan dan angin juga cukup kencang, sehingga terasnya ambruk,” kelit Ahmad. (elo)