Wujud Kekaguman, Rizal Ramli Ziarah ke Makam Benyamin Sueb

didampingi anak ketiga Bnyamin S, Rizal Ramli ziarah ke makam Banyamin S

KANALINDONESIA.COM : Tokoh nasional Rizal Ramli menyampaikan kekagumannya kepada tokoh Betawi almarhum Benyamin Sueb. Menurut dia, Bang Ben (sapaan Benyamin S) tokoh berbudaya, dan menghormati manusia. Ia ingin Jakarta dipimpin orang yang merakyat dan berbudaya.

Hal itu disampaikan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, itu usai ziarah ke makam komedian Benyamin S di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016).

Kehadirannya didampingi anak ketiga Benyamin, yaitu Biem Benyamin. “Bang Ben itu luar biasa, rasa kemanusiaannya tinggi, kita merasa hampa, tidak lagi memiliki panutan yang memiliki ketokohan seperti beliau,” kata Rizal Ramli.

Baca:  Ingin Capai Kemenangan Besar di Pilkada Jatim, PDIP Gandeng NU

Dalam pembangunan Jakarta saat ini, terasa banyak pihak menderita, sebab pemimpinnya sering marah-marah dan senang menggusur. “Kita mengharapkan punya pemimpin yang berbudaya, dan tidak marah-marah melulu kepada rakyat kecil,” ujarnya.

Menurut Rizal, Bang Ben merupakan sosok sederhana yang merakyat. Gaya serta kesederhanaan Benyamin menurut Rizal mewakil rakyat Ibu Kota yang sebenarnya.

Tokoh demonstran itu lantas membandingkan karakter Benyamin dengan kebijakan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menurut Rizal, harusnya kebijakan Pemprov lebih merakyat layaknya lawakan-lawakan Benyamin yang merupakan perwakilan dari suara rakyat Jakarta. “Kepemimpinan Jakarta belajar dari Bang Benyamin, bikin gembira jangan bikin rakyat marah-marah,” kata Rizal.

Baca:  FPKB akan Berjuang Tolak Impor Tembakau Sampai Nol %

Guna menghormati jasa Benyamin, Rizal meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI untuk membuatkan museum khusus untuk Benyamin. Rizal menyindir bahwa pemerintahan Ahok saat ini hanya fokus pada bangunan modern seperti mal, dan bukan bangunan kebudayaan. “Rakyat harus dikasih yang asyik-asyik. Harusnya (Jakarta) ada roh budayanya, jangan hanya mal-mal doang,” ujarnya

ZAL