SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Klaster di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang dinyatakan terpapar Covid-19 bertambah menjadi 27 orang. Hal itu disampaikan Humas PN Surabaya, Martin Ginting kepada Kanalindonesia.com pada Kamis (1/7) siang.

“Sementara ada 27 yang terpapar. Nanti sore saya info selengkapnya,” terang Ginting.

Seperti diketahui di pemberitaan sebelumnya, Ginting menyatakan ratusan orang terdiri dari Hakim, Panitera hingga staff PN Surabaya melaksanakan tes swab antigen secara massal dan hasilnya 23 orang dinyatakan terpapar Covid-19.

Ginting mengaku pihaknya telah berencana akan melakukan lockdown, guna sebagai antisipasi melonjaknya tambahan kasus positif Covid-19 di lingkungan PN Surabaya.

“Wacana lockdown sudah dipikirkan oleh Pak Ketua. Tapi nanti, karena kita masih menunggu jumlah keseluruhan hasil tes swab antigen hari ini. Selain itu, juga akan dikoordinasikan dengan Ketua Pengadilan Tinggi,” ujarnya Martin Ginting.

Dijelaskan Dia, tes swab antigen ini dilakukan secara massal oleh Pengadilan Negeri Surabaya yang membawahi beberapa Pengadilan. Diantaranya, Pengadilan Tipikor Surabaya dan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

“Yang jelas, kami akan terbuka. Tidak akan menutup-nutupi hasil tes swab antigen ini, demi kepentingan kita bersama agar tetap menerapkan protokol kesehatan baik didalam pengadilan maupun diluar,” jelasnya.

Hasil tes swab antigen yang dilakukan PN Surabaya hari ini, Menurut Martin Ginting memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Hal itu dikatakannya berdasarkan penjelasan dari Ketua Tim Medis yang melaksanakan tes swab antigen.

“Kalau hasil swab antigen nya positif maka PCR Swab pun juga positif. Sebaliknya, kalau negatif hasil PCR Swab nya belum tentu negatif. Itulah keterangan yang disampaikan ketua tim medis pada kami,” pungkasnya.

Diketahui, tes swab antigen di PN Surabaya ini dilakukan untuk mewaspadai masuknya virus Covid-19 varian baru yang saat ini jumlahnya terus melonjak. Ady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here