Tahan 3 Tersangka Lagi, Polisi Pastikan Ada Peran Trenggalek

laki-laki berinisial R , salah satu yang ikut dijadikan tersangka setelah polisi menetapkan 7 tersangka sebelumnya, Kamis, (8/3). (joko)

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Kepolisian Resort Trenggalek kembali menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan yang berujung kematian terhadap nenek Tukinem, (51), warga RT 1 RW 1 Dusun Jeruk Gulung Desa Suren Kecamatan Bendungan.

Polisi kembali menetapkan tiga orang sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut. Namun ketiganya tersebut masih disamrkan dengan nama inisial oleh Kasat Reskrim Polres Trenggalek dengan alasan kepentingan penyidikan, dikarenakan kemungkinan masih akan bertambah lagi tersangkanya. Ketiga tersangka baru itu adalah Y,W dan R yang juga masih keluarga besar korban.

Hal ini terjawab sudah teka-teki kemungkinan bertambahnya kasus yang sementara ini motifnya penyembuhan sakit korban dengan upacara ritual yang berujung tewasnya korban Tukinem.

Baca:  Minyak Goreng Naik Akibat Harga Bahan Baku Melambung, Begini Kata Emil Dardak

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang W melalui Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana, mengatakan ketiga tersangka baru tersebut berinisial Y, W dan R tanpa merinci secara jelas nama- nama itu.

“Mereka bertiga masih memiliki ikatan pertalian darah, satu diantaranya ada ikatan pernikahan,” Kata AKP Sumi, kepada awak media, Kamis (8/3/2018) di Trenggalek.

Dicecar beberapa pertanyaan mengenai peran ketiga tersangka baru, AKP Sumi dengan tegas mengatakan jika ketiganya cukup bukti untuk dilakukan penetapan, tetap tidak perlu menyebut nama terlebih dahulu.

“Untuk lebih jelasnya, nanti Kapolres yang akan merilis,” tuturnya.

Dengan ditetapkanya tiga orang sebagai tersangka baru ini, jadi total tersangka penganiayaan hingga berujung kematian (51) menjadi 10 orang.

Baca:  Bupati Emil Dardak : Rotasi Jabatan Sebagai Perbaikan Kinerja

Sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres Trenggalek membebaskan 8 dari 15 saksi, karena tidak terlibat ritual yang mengakibatkan kematian Tukinem.

Salah satunya adalah Agus, keponakan Tukinem yang berhasil meloloskan diri saat dicekik untuk digelonggong air melalui slang air.

Menurut Sumi, Kepada penyidik Agus menuturkan, saat itu Rini yang berinisiatif melakukan ritual.
Ritual dilakukan untuk mengusir roh jahat. Saat itu Rini memerintahkan semua ikut ritual mengguyurkan air ke kesekujur tubuh.

“AG diminta tidur di atas tanah, kemudian disiram dengan air. Dalam posisi tengkurap AG disirami air hingga basah kuyub dan berlumuran lumpur,” ungkapnya.(jok/ham)
[8/3 23.25] Arso: Q