Pangdam V Brawijaya: Heran Ada Minta Bubarkan Babinsa

KANALINDONESIA.COM : Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI I Made Sukadana merasa heran atas desakan pihak tertentu, agar Bintara Pembina Desa (Babinsa) di desa dan kelurahan dibubarkan, karena dianggap hingga dicurigai negatif.

“Saya heran, mereka itu meminta agar Babinsa dibubarkan dengan dalih bukan tugas TNI lagi berada di desa atau kelurahan. Mereka saya anggap tidak memiliki pijakan atau dasar hingga Babinsa harus dibubarkan. Tugas dan fungsi pokok TNI diatur dengan Undang-undang (UU), maka tidak serta-merta atau seenaknya TNI melanggar UU,” ujarnya serius.

Demikian disampaikan Pangdam V Brawijaya dalam pertemuan dan ramah tamah dengan Bupati Madiun Muhtarom, tokoh masyarakat dan lainnya, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Selasa (06/09/2016).

Baca:  Syukuran HUT ke-28 Pusterad Diwarnai Banyak Acara.

“TNI jangan dicurigai atau dianggap jelek, jika bekerja sesuai koridor UU. Mereka meminta agar Babinsa dibubarkan, agaknya masih beranggapan TNI seperti dulu (Era Orba),” tandasnya.

Ia menyatakan pimpinan TNI menegaskan, TNI sekarang bukan seperti TNI dulu.

“Jadi, tidak ada alasan pembenar, mereka minta agar Babinsa dibubarkan. Hal lain,  Saya mengajak seluruh komponen masyarakat bahu membahu bersama aparat keamanan atau penegak hukum lain, menjaga situasi keamanan sekitar tetap kondusif,” ujarnya.

Jika suasana kondusif terjaga di suatu daerah, tambahnya, maka situasi daerah itu menjadi aman, nyaman dan tentram dalam kehidupan sosial hingga bermasyarakat. Kerawanan bisa terjadi akibat kurangnya komunikasi seperti terjadi di Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu.

Baca:  Danramil 07/Kembangan: Kita Harus Selalu Menjaga Hubungan Yang Baik Dengan Para Mitra Koramil.

“Gangguan keamanan dapat menganggu kehidupan bermasyarakat dan sosial. Saya mengajak setiap komponen saling mendukung, lalu memberikan informasi menyangkut berbagai hal termasuk potensi dapat menganggu keamanan,” tandasnya.

Ia menyatakan seperti kejadian di Sumut, masyarakat dengan mudah tersulut atau terpancing melakukan perbuatan anarkis merembet di seluruh daerah itu. Kejadian itu dapat dijadikan pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat, aparat keamanan hingga penegak hukum, agar mewaspadai serta kejadian serupa tidak terjadi di Jawa Timur (Jatim).

“Maka itu, diperlukan jalanin kerja sama erat bersama seluruh komponen di masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Madiun menyampaikan kondisi daerahnya senantiasa kondusif, berkat dukungan dan jalinan kerjasama baik semua pihak.

Baca:  Pemkab Madiun Terapkan Garis Stop Psychical Distancing

‘Kami juga memiliki Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), lalu Satgas Prawirodirjo, Satgas Radikalisme dan lainnya hingga tingkat kecamatan. “Situasi kondusif terjaga berkat guyub rukun, jalinan harmonis semua pihak dan komunikasi sering dilakukan,” ujarnya.

AS