Pemkab Segera Luncurkan Program Smart Regency, Tajamkan dengan Owner Plt Bupati ke Jakarta

Plt Bupati Trenggalek , H Moch Nur Arifin yang akan bersiap melaunching Smart Regency dengan mengandeng penjual jasa aplikasi yakni QLUE, Jum’at, (9/3). (hamzah)

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Pemerintah Kabupaten Trengalek segera akan melaunching pemakaian aplikasi Qlue dalam mendukung program SmartRegency. QLUE meluncurkan bikinannya berupa smartCities atau Smart Regency untuk memudahkan komunikasi antara warga dan pemerintah daerah  secara digital dan mudah.

Sejauh ini QLUE dikenal berkat aplikasi pelaporan warga yang sudah diterapkan di beberapa kota besar seperti Jakarta. Dengan hadirnya aplikasi Smart Regency ini menandakan bahwa QLUE memang berarah untuk memberikan solusi digital untuk membantu pemerintah khususnya Kabupaten Trenggalek.

Plt Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin mengatakan dalam pengembangan aplikasi SmartRegency ini QLUE telah terbukti mampu menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, seperti perusahaan besar, startup maupun asosiasi dalam skala global.

“Sejauh ini ada beberapa kota dan kabupaten  yang sudah bisa memanfaatkan aplikasi terbaru QLUE yang saat ini tersedia hanya untuk platform Android. Seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Bali, Manado, Surabaya, Bogor, Depok, Palembang, Bekasi, Yogyakarta, Pekanbaru, dan Semarang,” katanya, Jum’at, (9/3).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan berdampak pada efisiensi dan akan lebih cepat dalam mengatasi permasalahan warga Trenggalek hingga berdampak pada ketidak terabaikannya aduan warga.

“Tujuan dari Smart Regency adalah untuk mendorong pengembangan kabupaten cerdas di Trenggalek ini. Secara garis besar, kota cerdas merupakan kota yang dapat tumbuh dengan sendirinya ke arah tujuan yang positif dengan memanfaatkan komponen teknologi informasi, infrastruktur dan governance yang melibatkan pemerintah, industri dan masyarakat,” terangnya.

Aplikasi SmartCities atau SmartRegency  pada QLUE , masih kata Moch Nur Arifin, sudah dilengkapi dengan konten lokal secara Virtual Reality (VR) 360 yang meliputi konten pariwisata, tempat umum, berita terbaru dan keluhan masyarakat yang sebagian sudah diintegrasikan dengan sistem yang telah dimiliki dinas.

“Masyarakat bisa mengakses informasi keluhan warga secara real time,” tegasnya.

Dia menyebutkan SmartRegency di QLUE  tidak hanya sekedar aplikasi yang dapat mengakses informasi dari pemerintah, aplikasi ini dirancang dengan tujuan untuk mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan masalah warga melalui aplikasi QLUE sehingga pemerintah dapat mengetahui dan memetakan titik-titik lokasi masalah dari laporan warga.

“Dengan adanya SmartRegency.ID ini, kita  ingin membuat perubahan yang lebih baik dan lebih cepat menjadikan Trenggalek sebagai daerah yang maju,” ungkapnya.

Pemimpin muda ini berharap Smart Regency segera terwujud di Trenggalek dan sedianya akan dilaunching pada pertengahan April tahun ini.

“Maka hari ini akan kita mantapkan dengan pihak owner QLUE di Jakarta agar program smart regency yang kita canangkan segera berjalan,” pungkasnya.(ham)