Teleshop Tawarkan Solusi Berbasis Teknologi kepada UMKM di Indonesia 

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Teleshop, solusi berbasis teknologi bagi UMKM dari PT. Tele Utama Nusantara, menawarkan produk digital bernama Solusi Berbasis Teknologi (Sobate) kepada UMKM di Indonesia sehingga pelaku usaha itu dapat mengakses ekonomi digital secara optimal.

UMKM yang menjadi mitra Teleshop nantinya disebut Sobate Teleshop.

Slamet Riyadi selaku CEO TUN mengatakan perkembangan ekonomi digital di Indonesia makin marak yang sulit dielakkan. Ekonomi digital diyakini dapat membawa manfaat besar pada berbagai industri, menghemat waktu, biaya, dan memungkinkan para pelaku ekonomi mengoptimalisasikan semua potensi yang ada.

Di sisi lain, kebanyakan pelaku ekonomi Indonesia masih berada di level UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dan masih kesulitan mengakses ekonomi digital.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya ingin membantu kalangan UMKM mengembangkan usaha secara cepat, efektif, dan efisien melalui pemanfaatan ekonomi digital.

“TeleShop merupakan layanan PPOB atau payment point online bank yang memungkinkan UMKM yang menjadi Sobate. Aplikasi ini berbasis android yang mudah digunakan,” ujar Slamet kepada Kanalindonesia.com di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Ia mengklaim TeleShop mentransaksikan lebih banyak produk, termasuk produk digital, mengingat fungsinya yang dapat berupa merchant aggregator.

TeleShop juga menawarkan platform online to offline (O2O) yang membuat 25 ribu Sobate TeleShop bisa memberikan layanan transaksi digital kepada konsumen mereka.

“Melalui aplikasi ini sejumlah kebutuhan konsumen dapat dilayani, termasuk kebutuhan rutin seperti pembayaran listrik (dan token listrik), PDAM, Telepon, Leasing, pay-tv, pembayaran asuransi dan BPJS, serta transaksi lain seperti pembelian pulsa, paket data, voucher game, keperluan travelling seperti tiket pesawat, kereta, kapal PELNI, atau kamar hotel,” jelasnya.

Karena layanan ini dilakukan secara cepat selama 24 jam dalam tujuh hari, ia meyakini sistem teknologi yang digunakan terbukti aman dan hackproof. Setiap transaksi akan dilindungi dengan sistem keamanan yang mutakhir dan menggunakan password yang meliputi tiga lapis system keamanan. Khusus untuk perangkat TeleShop-5, struk pembelian dapat dicetak seketika.

“Saat ini terdapat 25 ribu mitra UMKM pengguna TeleShop di Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem digitalnya dengan menyasar sektor UMKM yang selama ini belum terjamah kalangan perbankan. Mereka adalah para pedagang voucher, minimarket (terutama yang stand alone) warung–warung kecil, rombong/gerobak kaki lima, dan koperasi termasuk koperasi sekolah,” katanya.

Untuk bisa bergabung jadi mitra Teleshop, konsumen cukup modal awal yang relatif cukup kecil, minimal deposit  Rp 250 ribu, UMKM sudah bisa melayani transaksi. Setiap saat, UMKM mitra TeleShop dapat mengetahui sisa saldo mereka.

Pemanfaatan layanan TeleShop diyakini dapat  melipatgandakan omset dan laba pelaku UMKM.

“Mereka hanya memerlukan perangkat handphone android. Kami bahkan bisa meminjamkan perangkat itu untuk para mitra kami. Operasionalnya sangat mudah. Mereka tinggal mendaftar, kami akan tanamkan aplikasinya, lalu mereka menyetor deposit tertentu,”  kata Slamet.

Menurut Slamet, pihaknya ke depan akan menyediakan modal pinjaman Peer to Peer landing, untuk meningkatkan modal bagi pelaku UKM.

Selain itu, pihaknya menargetkan pertumbuhan Sobate TeleShop mencapai 100 ribu hingga akhir tahun 2018 di 34 provinsi di seluruh Indonesia.  Dengan begitu, ekosistem bisnis TeleShop menjadi kian kuat.

“Semoga TeleShop bisa memberi nilai tambah bagi perusahaan dan membantu mengembangkan UMKM-Elektronik yang bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Slamet. @Rudi