Rencana Agroforestri Tebu di Hutan Lamongan Bikin Petani Meradang

 

Tanaman jagung di kawasan hutan yang ditanam petani dengan sistem kontrak persil. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Perhutani telah mengadakan kontrak kerjasama dengan PT. WDM yang berencana akan melakukan proyek tanam Agroforestri tebu di kawasan hutan Solokuro, Paciran, Brondong dan Laren.

Agroforestri adalah budidaya tanaman kehutanan (pohon-pohon) bersama dengan tanaman pertanian (tanaman semusim).

Selama ini petani memanfaatkan lahan perhutani dengan menanam jagung atau yang musim panennya pendek.

Dengan adanya kerjasama itu, lahan perhutani yang biasanya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam dalam bentuk kontrak persil atau pesanggem akan semakin sempit dan suatu saat akan habis ditanami tebu milik perusahaan.

Ketua DPC PETANI (Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia) Lamongan, Mustaqim, mengatakan hutan merupakan sumber penghidupan, masyarakat di pinggir hutan mestinya sangat sejahtera

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kawasan hutan, ada program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHPM) pun kurang maksimal dan Perhutani terkesan setengah hati dalam memfungsikannya.

“Hutan itu hutan rakyat, mestinya rakyat banyak mengambil manfaat dari penggarapan hutan tersebut”, kata Mustaqim.

Lebih lanjut Mustaqim mengatakan, DPC PETANI Lamongan menolak rencana tanaman agroforetsry tebu yang di lakukan oleh PT. WDM yang berada di Kawasan hutan Kecamatan Laren, Solokuro, Paciran dan Brondong mestinya hutan itu dikelola masyarakat bukan perusahaan. DPC PETANI juga menolak Kebijakan Perhutani yang telah memberikan ribuan hektar lahan kepada perusahaan untuk ditanami tebu karena hal itu dapat mengurangi dan menghabisi lahan masyarakat  Kawasan

Kebijakan perhutani memberikan ribuan hektar kepada perusahaan perkebunanan tebu bertolak belakang dengan peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan no 83 tahun 2016 tentang perhutanan sosial. DPC PETANI mendesak Perhutani untuk mengoptimalkan peran dan fungsi kelompok Tani Hutan atau Lembaga masyarakat Hutan (LMDH).(omdik/fer)