Kasus Pembangunan RSUD dr Hardjono Ponorogo, Dua Terdakwa Dituntut 1,6 Tahun

Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Heppy Al-Habibie ( foto : kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM : Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menuntut Prijo Langgeng Tribinuko dan Praminto Nugroho, dua terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) dr Hardjono Ponorogo, masing-masing 1 tahun enam bulan, Jum’at pekan kemarin.

“Dalam sidang yang digelar Jumat pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua terdakwa masing-masing 1 tahun 6 bulan,”ucap Kasi Pidsus Kejari Ponorogo, Hepy Al-Habibie.

Selain tuntutan 1 tahun 6 bulan Prijo Langgeng yang dalam pembangunan RSUD sebagai ketua tim tekhnis juga ditambah denda Rp 50 juta. Begitu pula dengan terdakwa Praminto Nugroho sebagai ketua pemeriksa barang.

Kedua terdakwa tersebut tidak dikenakan tuntutan untuk mengembalikan kerugian keuangan negara karena tidak terbukti ikut menikmati uang negara.

Baca:  Polres Lamongan Musnahkan Ribuan Liter Miras dan Narkoba

“Keduannya masuk lingkaran kasus korupsi ini hanya karena memberikan tanda tangan saja. Sementara untuk penikmat uang korupsi adalah PT Duta Graha Indah (DGI),”kata Heppy.

Dijelaskan Heppy, bahwa kerugian negara sebesar Rp 3,5 miliar telah dikemblaikan oleh PT DGI yang merupakan milik mantan Bendum partai Demokrat, Nazarudin kepada negara.

AD