Diduga, Miliaran Rupiah Buat Bancakan Pengurus Muhammadyah

Salah satu keluarga Suwaji

KANALINDONESIA.COM : Anggaran Umat yang nilainya Miliaran rupiah diduga buat bancakan oleh pengurus Pimpinan Daerah Muhamadiyah ( PDM ) kota Kediri dengan cara berbagai modus yang diantaranya adalah untuk Pembangunan RS.Muhamadyah tahun 2012 lalu.

Hal tersebut terbongkar usai Sueaji salah satu pelaksana pembangunan RS.Muhamadyah melakukan somasi terkait tunggakan yang belum terbayarkan senilai Rp.1 Milyar lebih, padahal Rs. muhammadiyah sudah selesai pada tahun 2014 lalu.

Dari keterangan salah satu orang kepercayaan dan keponakan Suwaji yaitu Supriyo dan Choirul Fuad dalam keteranganya pada media mengatakan, jika pihak PDM telah mengemplang uang pembangunan sebesar Rp.1milyar lebih.

“Uang pelaksana pembangunan atau uang pak Suwaji belum terbayarkan hingga saat ini,” ungkap Supriyo yang mengaku dari LBH Brawijaya saat ditemui Rabu (07/09/2016).

Baca:  Nyabu Dikost Dirangket Polisi

Lebih lanjut Supriyo yang juga Putra Muhammadiyah mengaku pembangunan Rumah Sakit Muhammdiyah setelah dilakukan audit oleh pelaksana pembangunan hanya habis Rp.5 miliar, namun di Rencana Anggaran Belanja ( RAB ) menunjukan angka Rp 7 miliar.

“Pembayaran dilakukan sesuai RAB oleh panitia pembangunan sebesar Rp 7 miliar lebih dan sisanya dikemanakan, itu uang umat lho, “kata Supriyo.

Supriyo juga mengaku jika selama ini tak ada audit terkait beberapa pembangunan yang dilakukan oleh PDM kota Kediri.

“Bangun rumah sakit bangun sekolahan bangun lainya surat pertanggungjawabannya nggak pernah ada, namun kenapa uang pelaksana pembangunan yang lebih dulu menalangi pembangunan rumah sakit tak mau membayar sejak 2014 lalu,saking cintanya Suwaji pada Muhamadiyah hingga mau menalangi dulu sebesar Rp 1 miliar,”tutur Supriyo.

Baca:  Kerjasama XL Axiata-Pemprov Jatim Salurkan 1,3 Juta Paket Data Gratis untuk Pelajar

Supriyo juga menambahkan, jika pihaknya pernah menanyakan masalah tunggakan tersebut, namun justru mereka membentuk tim 9 untuk mengaudit pembangunan RS.Muhamadyah tersebut.

“Kami juga sempat heran kenapa meminta uangnya sendiri justru malah diminta menunggu hasil Audit tim 9, namun setelah ditunggu beberapa tahun tak kunjung selesai auditnya,”pungkas Supriyo.

Terpisah saat dikonfirmasikan pada Husni Sam, salah satu anggota tim sembilan membenarkan terkait adanya tunggakan pada pelaksana pembangunan.

“Benar mas, namun hal tersebut urusan pribadi,”kata Husni, melalui telepon selulernya, Rabu(07/09/2016).

Husni juga sempat melemparkan pertanyaan media tersebut pada anggota tim 9 lainya,”kalau masalah tersebut, yang lebih jelas pak Suprapto mas,”kilah Husni.

(G Marmoyo)