Ketua Yayasan Samodra Ilmu: Tidak Ada Dugaan Pengrusakan Fasum

ketua yayasan samodra ilmu yakni DR.H.Siswanto

KANALINDONESIA.COM : Berdirinya Pom Pertamini yang didirikan Yayasan STIKES ICME (red: Yayasan Samodra Ilmu) diduga merusak fasilitas umum (Fasum) yakni trotoar yang menjadi milik pemerintah daerah. Hal ini dibantah oleh ketua yayasan samodra ilmu yakni DR.H.Siswanto,MM.

“Saya jualan di tanah saya sendiri dan taman itu saya tanam di tanah saya. Makanya kalo saya alih fungsikan itu adalah hak saya,” ungkapnya saat ditemui kanal indonesia di kantornya.(08/09/2016)

Masih menurut Siswanto,” Saya jualan BBM eceran dengan teknologi modern sehingga takaran lebih akurat. Untuk mesin sudah tersertifikasi oleh disperindag. Yang saya jual bukan BBM subsidi, bahkan untuk memastikan keakuratan alat ukurnya, tiap hari ini alatnya saya tera sendiri, hal ini agar masyarakat tidak dirugikan,” paparnya.

Baca:  Hujan Deras Disertai Angin Kencang Kembali Porak-porandakan Atap Rumah Warga Pamekasan

Ketika disinggung terkait izin usahanya mendirikan Pom pertamini, pihaknya mengaku kebingungan kemana harus meminta izin untuk mendirikan usahanya, sehingga izin usaha Pom Pertamini miliknya memang belum ada. Menurut Siswanto, belum adanya regulasi yang mengatur terkait pom pertamini, yang menjadikan pihaknya tidak terlalu risau bahwa usahanya tidak ada izin, namun pihaknya mendirikan usaha ini guna untuk memenuhi kebutuhan BBM untuk kendaraan milik yayasannya. Siswanto juga berharap pada pihak pemerintah yang menangani ini untuk memberikan fasilitas pelayanan izin usaha pom pertamini miliknya.

“Perijinan belum ada aturan tentang penjual BBM eceran, sifat dari pom mini adalah pedagang eceran. Dengan kelebihan, takarannya lebih akurat karena pakai teknologi modern. Dan aturan jual BBM non subsidi adalah bebas haknya rakyat. Makanya tolong bantu saya kalo ada yang punya kewenangan kasih izin, tolong untuk datang ke tempat saya akan saya mintai bantuan untuk menguruskan izin saya. Dan semua persyaratan akan saya lengkapi sesuai dengan peraturan yang berlaku di daerah
,” tegasnya.

Baca:  PAC GP Ansor Karanggeneng Bersholawat Peringati Harlah GP Ansor Ke-84

Bahkan ketua yayasan samodra ilmu juga menghimbau kalau ada pihak yang dirugikan, maka pihaknya meminta untuk datang ke tempatnya. Hal ini dikarenakan menurut Siswanto, pihaknya tidak merugikan orang lain, karena bangunannya ada di tanah miliknya sendiri.

“Gini aja kalo ada yang merasa dirugikan silahkan datang ke tempat saya. Saya dirikan pom mini itu di tanah saya sendiri. Bukan tanah pihak lain,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bangunan POM Pertamini ini diduga dibangun diatas trotoar milik pemerintah daerah. Sontak hal ini mendapatkan protes dari kalangan aktifis maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), salah satunya yakni LSM Tranparency and Transportation Comunity (TC) Jawa Timur. Pasalnya pendirian pom pertamini ini diduga merusak fasilitas umum yakni trotoar, serta tidak mengantongi izin pendirian pom.

Baca:  Puluhan Bintara Remaja Lulusan Diktukba 2017, Ikuti Upacara Tradisi

Bahkan bangunan pom pertamini ini diduga melanggar regulasi pemerintah yakni peraturan BPH Migas no 6 Tahun 2015 tentang penyaluran bahan bakar minyak tertentu. Bahkan sejumlah LSM dan aktifis Jombang akan menempuh upaya hukum dengan melaporkan dugaan pengrusakan tersebut ke Polres Jombang.(elo)