Pengosongan Rumah Milik KAI di Madiun Dihadang Masa

KANALINDONESIA.COM.COM : Pengosongan 3 unit bangunan berupa rumah yang merupakan aset PT KAI Daops VII Madiun di Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, sempat diwarnai kericuhan, Kamis (8/9) sekitar pukul 04.45 pagi lalu.

“Saat mereka datang, aparat PT KAI langsung mendatangi rumah saya huni. Mereka langsung mendobrak pintu dan meminta penghuni segera keluar dari rumah,” jelas Supriyadi penghuni rumah nomor 3.

Spontan sejumlah penghuni berteriak meminta pertolongan dari sejumlah simpatisan masih terlihat tidak jauh dari lokasi.

Penghuni rumah dibantu belasan simpatisan mencoba lakukan penghadangan, sempat terjadi kericuhan massa dengan aparat dari PT KAI Daops VII Madiun. Namun, massa berjumlah lebih kecil, akhirnya terdesak hinga di ujung Jalan Buton atau masuk Jalan Biliton.

Baca:  Buntut Pengeroyokan Wartawan Danyon 501 BY Minta Maaf

“Kalian tidak manusiawi, jangan hanya rakyat kecil kami ditindas,” teriak seorang wanita.

Penghuni memprotes, berdalih dalam proses hukum di PN Kota Madiun, bangunan mereka tempati status quo.

“PT KAI tidak dapat menunjukkan surat sah sebagai pemilik tanah dan bangunan. Maka itu, kami minta tindakan pengosongan ini melawan hukum. Kami minta hentikan aksi paksa mengeluarkan penghuni dari rumah,” ujar seorang wanita lainnya.

Namun, aparat PT KAI Daops VII Madiun tetap saja mendorong massa dan menghadang penghuni masuk Jalan Buton atau rumah dihuni.

Massapun tak bisa berbuat banyak dihadang aparat PT KAI Daops VII Madiun.

“Tidak benar dalih penghuni itu, dalam gugatan di pengadilan, kami dimenangkan. Jadi tidak ada putusan hukum dianggap status quo,” ujar Manager Humas PT KAI Daops VII Madiun Suprianto.

Baca:  Pesan Wabup Trenggalek Menjawab Persoalan Tercemarnya Sungai Karena Pemindangan

Ia menyatakan sejak 2 pekan lalu, penghuni diberi pemberitahuan, agar penghuni mengosongkan rumah. Sebab, mereka sudah diberikan pilihan untuk menyewa sesuai aturan baru, namun mereka menolak.

“Kami lakukan pendekatan persuasif sejak lama, tapi masih saja mereka tidak mau keluar dari rumah dihuni,” ujarnya lagi.

Aksi ricuh kembali terjadi, saat pengacara penghuni datang. Sejumlah simpatisan berusaha masuk Jalan Buton. Ketiga rumah dikosongkan saat ini dihuni Has Madi, Isnaun dan Kabenan, mereka tinggal sejak ayahnya bekerja di Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), kini PT KAI. Tapi, orang tua mereka sudah meninggal, bahkan sudah jatuh hingga cucu.

Kericuhanpun kembali terjadi saat sejumlah truk datang untuk mengangkut barang. Herman menghalangi truk akan masuk Jalan Buton.

Baca:  Dandim Madiun : Sunday Market Akan Mampu Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Demi Kemajuan Kota Madiun

“Jika truk berani masuk, saya halangi sekuat tenaga,” ujarnya sembari didukung penghuni lain.

Aksi itu, berakhir setelah menerima penjelasan dari PT KAI Daops VII Madiun, biaya pengangkutan dan kuli gratis menuju lokasi diminta.

Sejurus itu, kondisi kembali kondusif hingga seluruh barang milik penghuni dikirim ke lokasi berakhir hingga pukul 10.30.