Pimpinan Muhammadiyah Kota Kediri Akui Duit Suwaji Masih Nyantol, PDM Akan Memfasilitasi Polemik Itu

Choirul Fuad saat menunjukan Surat Somasi ke PDM

KANALINDONESIA.COM : Polemik terkait dengan anggaran pembangunan dan somasi yang dilakukan oleh Suwaji Pelaksana Pembangunan RS.Muhamadiyah yang duitnya masih nyantol di panitia pembangunan dari Pimpinan Daerah Muhamadyah (PDM ) kota Kediri akhirnya diakui oleh pimpinan PDM kota Kediri prof.Fauzan periode 2015 – 2020 dan akan memfasilitasi masalah tersebut dan menanyakan pada pimpinan PDM periode 2010- 2015 lalu.

Kami akan merapatkan masalah tersebut dan akan mengajak bicara Suwaji sebagai pelaksana pembangunan Rumah Sakit pada tahun 2012, “Pihak PDM dalam hal ini akan memfasilitasi antara pelaksana dan Mudjito, “kata Fauzan saat dihubungi melalui telepon selulernya

Baca:  Sahur On The Street Bersama TNI Polri Dan Linmas

Sebenarnya permasalahan tersebut sudah lama sejak pimpinan PDM periode 2010- 2015, Namun saat ini saya mencoba memfasilitasi karena menyangkut nama PDM kota Kediri periode saat ini, ” Itu jamanya Pak Hari yang memimpin PDM periode sebelum saya,”tutur Fauzan

Fauzan juga menambahkan, sebelumnya memang sudah dipertemukan antara Suwaji dan Mudjito, namun tidak ada titik temu dan saat ini malah merembet kemana-mana akhirnya kita pertemukan yang terakhir kali,” kami mencoba memfasilitasi hal ini yang terakhir kalinya,”pungkas Fauzan

Terpisah Hari Widiasmoro pimpinan PDM periode 2010 – 2015, saat dihubungi melalui telepon selulernya, tak mau berkomentar dan sepertinya lepas dari tanggung jawab, pasalnya justru menutup teleponnya ” wo masalah itu ” jawab Hari sambil mematikan telepon selulernya Kamis(08/09/2016)

Baca:  BPOM Temukan Mie Instan Asal Korea Mengandung Babi

Begitu juga dengan Mudjito yang juga menjadi pelaksana pembangunan, justru tidak mengangkat teleponya saat dihubungi

Untuk diketahui, berita sebelumnya anggaran umat yang nilainya miliaran rupiah diduga buat bancakan oleh pengurus Pimpinan Daerah Muhamadiyah ( PDM ) kota Kediri dengan cara berbagai modus yang diantaranya adalah untuk Pembangunan RS.Muhamadyah tahun 2012 lalu.

Hal tersebut terbongkar usai Suwaji salah satu pelaksana pembangunan RS.Muhammadiyah melakukan somasi terkait tunggakan yang belum terbayarkan senilai Rp.1 miliar lebih, padahal RS Muhammadiyah sudah selesai pada tahun 2014 lalu. (G .Marmoyo)