GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten Gresik pada Kamis (01/7/2021) menyelaraskan persepsi untuk menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) darurat, di tengah meningkatnya kasus tren korona di kota pudak.

Hal tersebut berguna untuk menekan penyebaran virus korona di masyarakat.

Walaupun berdampak besar pada perekonomian, namun hal ini harus di terapkan. Demi keselamatan bersama.

Rapat koordinasi ini dilakukan di ruang pertemuan Dynasty Water World Jalan Rantau perumahan GKB.

Dipimpin oleh Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, SE. Dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, SH, SIK, MM, Dandim 0817 LETKOL Inf. Taufik Ismail, S.Sos, Mi.Pol.

Tampak hadir juga Kadis Pariwisata Agustin Halumuan, Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus, SH, Kadinkes drg. Ghozali dan Kasat Pol PP Abu Hasan serta para pemilik tempat wisata se Kabupaten Gresik.

Gus Yani Bupati optimis Gresik bisa melewati masa pandemi Covid-19 ini. Seiring adanya peningkatan kasus dan varian baru, pihaknya mengajak pemilik tempat wisata untuk urun rembuk.

Pemerintah Kabupaten Gresik telah melakukan berbagai upaya mencegah penyebaran virus ini semakin meluas.

Diantaranya menerapkan kebijakan PPKM Darurat. Namun hal ini berdampak pada sektor perekonomian secara langsung. Diantaranya adalah sektor wisata.

Diketahui belakang wisata di Gresik mulai merangkak naik dari titik failit, Menyoal kebijaksanaan yang baru, membutuhkan solusi dengan berlakunya PPKM Darurat dengan segala pembatasan-pembatasan.

Gus Yani mengatakan bahwa pelaksanaan percepatan vaksinasi di Gresik adalah yang tertinggi di Jawa Timur.

Akan tetapi masyarakat tetap diminta mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Demi mencegah paparan virus Covid-19 varian baru.

“Masyarakat wajib 5 M meskipun sudah menerima vaksinasi.” tandasnya.

Bupati mengatakan, akan dilakukan evaluasi kembali terkait PPKM Darurat setelah tanggal 20 Juli 2021 mendatang.

Sementara Dandim Gresik menerangkan bahwa PPKM Darurat terbagi dari level 1 hingga level 4.

Letkol Taufik menyebut Gresik pada saat ini berada pada level 3.

Pemerintah terus menggalakkan vaksinasi, harapannya bisa maksimal sesuai target. Diharapkan kesadaran masyarakat bisa memahami bersama penerapan kebijakan tersebut.

Senada, Kapolres Gresik mendukung penuh langkah pemerintah dalam menanggulangi peningkatan kasus Covid-19.

Alumni Akpol 2001 itu yakin dengan diterapkannya kebijakan PPKM Darurat bisa menekan penyebaran Covid-19.

Pemerintah telah menetapkan adanya PPKM Darurat, sehingga Kapolres Gresik menggulirkan gerakan “GRESIK JAMAN NOW,” Gresik JANgan keMANa-mana Nang Omah Wae.

“Untuk mengurangi mobilitas masyarakat.” tuturnya

Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas adalah hal yang bisa dilakukan masyarakat saat ini untuk menghindari penularan virus Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here