Dewan Trenggalek Dukung Usulan Perda Desa Wisata

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek, melalui  Ketua Komisi II , Mugiyanto mengatakan pihaknya mendukung usulan agar ada pembahasan raperda pemberdayaan wisata di wilayah pedesaan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek.

Politisi asal Demokrat ini menambahkan, saat ini pun pihaknya terus melakukan upaya dalam mengeksplor potensi desa wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur untuk peningkatan kunjungan wisata.

“Ada ratusan titik dan itu mungkin bisa bertambah  titiknya,  daya tarik wisata yang tersebar di 14 kecamatan dan 152 desa/kelurahan  yang didominasi wisata buatan, wisata alam dan wisata budaya,” ujarnya, Senin, (26/03/2018).

Terkait dengan sumber daya manusia di desa, memang dibutuhkan upaya dan kerja keras agar masyarakat mampu ikut berperan aktif dalam mengembangkan desa wisata tersebut.

Baca:  Pasien Positif COVID-19 Ponorogo Bertambah 2, Pasien Sembuh Tambah 2 Orang

Sebelumnya, Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek sudah berfikir untuk  mempercepat pembahasan raperda inisiatif mengenai pemberdayaan wisata di wilayah pedesaan. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan payung hukum terhadap desa wisata dan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Tak bisa kita pungkiri desa agar maju di ekonominya dan itu ada peluang digunakannya dana baik Anggaran Dana Desa (ADD) dan APBD,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Kang Obeng ini mengatakan, raperda yang diinisiasi oleh beberpa kawan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan kalangan legislatif itu sendiri merupakan raperda yang era kini sangat dibutuhkan. Hal ini berkaitan kehadiaran pemerintah dalam upaya mendorong perekonomian masyarakat yang dimulai dari desa.

Baca:  Bupati Trenggalek membuka ASEAN Mayor 2018 di Singapura

“Harapannya dengan perda yang hadir, tentu  menjadi payung hukum sehingga desa bisa mengembangkan potensi wisata desa yang pada akhirnya akan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat desa,” pungkasnya.(ham)