ASN Kediri Terciduk Satreskoba Gunakan Sabu

barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku

KANALINDONESIA.COM, KEDIRI:  Aparatur Sipil Negara ( ASN ) Pemkab Kediri dan warga sipil terciduk Satreskoba Polresta Kediri, karena penyalah gunaan Narkotika jenis Sabu Sabu

Dua pria  yang berhasil dibekuk oleh Satreskoba Polresta Kediri adalah  RUA ( 42) warga Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri dan DS(35) warga Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Dari dua orang tersangka, satu diantaranya adalah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia adalah DS. Yang bersangkutan bekerja di salah satu dinas di Kabupaten Kediri. DS diciduk polisi dalam penggerebekan di rumah temannya RZ, pada Selasa (20/3/2018) malam lalu. Mereka tengah berpesta sabu-sabu.

Baca:  Walikota : Tak Ada Lagi Toleransi Buat Inul Vista Kediri

Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan barang bukti satu klip sabu-sabu seberat 0,5 gram.  Kristal SS itu disembunyikan RZ dibawah bantal tempat tidurnya. Penggeledahan dilakukan petugas di sekitar sudut kamar RZ yang diduga sering digunakan untuk pesta sabu-sabu. Ternyata benar, awalnya mereka menemukan pipet kaca ditengarai berisi SS yang terbakar.

Saat ditimbang beratnya sekitar 1,5 gram. Selain itu, Kamsudi menyebut, dari penggeledahan juga didapatkan satu klip sabu-sabu seberat 0,5 gram.  Polisi menggiring keduanya ke Mapolresta Kediri bersama barang bukti pipet dan sabu, dalam plastik klip

“Kami masih mengembangkan kasus ini. Ada salah seorang nama yang sedang kita kejar karena sebagai pemasok,” kata Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi, Senin (27/3/2018). Dua tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 juncto pasal 123 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Baca:  Zulkifli Hasan : PAN Akan Jadi Kunci Kemenangn Pilkada Jatim

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri, Krisna  Setiawan membenarkan adanya salah seorang oknum PNS di Pemerintah Kabupaten Kediri yang tersandung masalah hukum dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu. Pihaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada penegak hukum.

“Itu merupakan ranah penegak hukum dan sudah sepatutnya semua pihak menghormati proses hukum,” jawab Krisna Setiawan ketika dikonfirmasi media ( gendut marmoyo)