Ganti Rugi Eksekusi Tol Tahap II Tak Sesuai, Korban Tol Menilai Pemerintah Tidak Adil

Sumarti saat beridiri diatas puing-puing reruntuhan rumahnya ( Foto : Elo/KIcom)

KANALINDONESIA.COM : Pasca jalannya eksekusi tahap II pembangunan tol Mojokerto-Jombang, sejumlah rumah yang berada di wilayah, Dusun Rembugwangi, Desa Watudakon kecamatan Kesamben Jombang Jawa Timur, nampak beberapa bangunan rata dengan tanah. Seminggu sudah peristiwa eksekusi itu di lakukan oleh aparat gabungan beserta juru sita Pengadilan Negeri (PN) Jombang.

Ada pemandangan yang menarik dari beberapa korban eksekusi tol tersebut, pasalnya korban tol hingga kini hidup berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah yang lain di tetangga sekitarnya. Bahkan mereka menganggap Pemerintah telah menelantarkan mereka. Karena hingga kini nasibnya belum jelas dan pendidikan dua anaknya serta keluarga menjadi berantakan

“Untuk sementara saya numpang ke tetangga. Anak saya satu sekolah smp dan yang kedua SD untuk sementara belajar anak saya ya numpang di rumah tetangga. Untuk orang tua saya, sekarang saya titipkan di rumah adek saya, kami merasa pemerintah tidak adil kepada kami, kami merasa ditelantarkan oleh pemerintah,” ungkap Sumarti (30) salah satu korban yang dua rumahnya sudah rata dengan tanah.

Baca:  Melawan Saat Hendak Ditangkap,  Dua Pelaku Curanmor Tewas Didor

Ketika disinggung soal adakah pemberitahuan dari pihak juru sita kepada mereka selaku warga yang rumahnya akan dieksekusi, ibu 2 anak ini menuturkan bahwa tidak pemberitahuan bahkan tidak ada kesempatan yang diberikan oleh pihak juru sita untuk mengemasi harta bendanya, sehingga sebagian harta bendanya hancur diterjang alat berat.

“tidak ada surat pemberitahuan untuk pengosongan, hanya diberi surat pencabutan hak, dan surat pemberitahuan akan adanya eksekusi surat itu pun diberikan pada senin malam, sedangkan hari rabu eksekusi dilakukan. Jangankan di kasi waktu untuk cari tempat, saya minta waktu untuk mengemasi barang-barang saja tidak ada, ya jadinya harta benda saya banyak yang hancur akibat digaruk alat berat, kayak almari ada dua yang hancur, terus bupet 1, sama sebagian buku-buku anak saya juga ikut digaruk,” tegas Sumarti sambil berkaca-kaca dari raut mukanya.

Baca:  Akhir Desember Nyono Bakal Tentukan Pasangan Cawabubnya

Dalam putusan yang dibacakan oleh pihak PN ada 18 rumah yang akan di eksekusi, namun nampak masih ada 3 bangunan rumah yang tetap berdiri, menurut Sumarti ini namanya tidak adil, bahkan Sumarti menduga salah satu dari mereka sudah menerima uang ganti rugi, tapi rumahnya belum dieksekusi.

“Ada ketidak adilan dalam proses eksekusi ini, ada tebang pilih dari juru eksekusi, dan kami merasa mereka tidak memiliki rasa kemanusian. Semua warga belum ada yang menerima uang, tapi ada rumah yang sudah menerima uang namun belum di robohkan, rumah itu milik pak edi. Katanya ada alasan orang tuanya sakit. Ini sungguh tidak adil, kami merasa pemerintah tidak mensejahterakan masyarakat, ini justru menyengsarakan,” keluhnya.

Saat disinggung soal apakah sudah mengambil uang ganti rugi dari pihak tol, yang dititipkan di PN Jombang, pihaknya mengatakan,” Dana ganti rugi tidak saya ambil di PN, karena tidak cukup, dan kami merasa keberatan dengan harga ganti rugi segitu. Dua rumah milik saya dihargai 110jt itu untuk kedua-duanya, mana cukup dan pantas harga segitu,” tegasnya.

Baca:  Ratusan Warga Antusias Dengarkan Lantunan Sholawat yang Menggema Di Jombang

Masih menurut Sumarti,”Meskipun ada tawaran dari MHI, untuk dikontrakkan sementara waktu, tapi warga menolak, karena penawaran itu bersamaan dengan jalannya eksekusi, dan itu bukan solusi buat kami,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaksanaan eksekusi tahap II dengan menggunakan dua alat berat dikerahkan untuk meratakan 18 rumah yang menjadi objek eksekusi.
Dalam agenda pengosongan area yang nantinya dijadikan jalan tol Jombang-Mojokerto Seksi II berada di delapan desa yang terletak di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Kesamben, meliputi Desa Kedungmlati (46 bidang), Desa Watudakon (39 bidang), Desa Blimbing (21 bidang), dan Desa Carangrejo (3 bidang).

Kecamatan Sumobito, meliputi Desa Kendalsari (54 bidang). Lalu, lima bidang tanah di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang. Sisanya, satu bidang tanah di Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan; dan tiga bidang di Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.(elo)