Antisipasi Tudingan Pungli, Desa Sukoanyar Turi Lamongan Melakukan Sosialisasi PTSL Bersama Warga

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Pemerintah desa saat ini diperbolehkan dalam memungut biaya untuk pemberkasan lahan warga yang mengikuti Program Nasional Agraria (Prona) yang kini berubah nama menjadi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Ketentuan itu didasari melalui Surat Keputusan (SK) Nomor: 140/ 7811/ 011/ 2017, yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo pertanggal 26 April Tahun 2017.

Demi meminimalisir adanya pihak ketiga yang membuat gaduh dalam mensukseskan Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pihak Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan melakukan sosialisasi bersama warga di kantor Desa setempat, pada Jumat (16/3/2018).

Sosialisasi tersebut langsung di pimpin Kepala Desa Sukoanyar, Abdul Ridwan bersama Tim Kelompok Masyarakat (Pokmas), dan dihadiri lebih dari 100 warga desa setempat.

Baca:  Rumah Karaoke R3 di Blitar Digerebek Polda Jatim, Belasan Orang Diamankan Satu Diantaranya Jadi Tersangka

Setelah melakukan kesepakatan melalui musyawarah pihak Desa dan Kelompok Masyarakat, biaya pengurusan PTSL dikenai biaya sebesar 850 ribu rupiah. Biaya tersebut dirincikan sebagai berikut:

1.Pembelian materai 6 ribu sebanyak 10 lembar

2.Pembelian patok batas 4 buah sejumlah100 ribu rupiah

3.Jasa pemasangan patok 50 ribu rupiah

4.Jasa untuk pembantu ukur 50 ribu rupiah

5.Konsumsi untuk ukur dan untuk patok 50 ribu rupiah

6.Honor pokmas 200 ribu rupiah

7.Biaya lembur pokmas 125 ribu rupiah

8.Biaya akomodasi 50 ribu rupiah

9.Biaya rapat dan atk 140 ribu rupiah

Menurut Kepala Desa Sukoanyar Abdul Ridwan, sosialisasi ini juga bertujuan menepis adanya tudingan beberapa media yang menyebutkan desa Sukoanyar memungut biaya PTSL lebih dari ketentuan yang dikeluarkan. Untuk itu perlu adanya sosialisasi kepada warga melalui Rt/Rw agar warga mengetahui dengan jelas berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk program ini.

Baca:  Puncak Lamongan Muharram Festival Pada Penandaan Pergantian Tahun

Selain itu, kegiatan ini juga guba mensosialisasikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan pencegahan pungutan liar (pungli). (Omdik/Fer)