Kapolres Jombang Berjanji, Akan Usut Kasus BS

Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Hampir satu tahun sudah, BS seorang kepala Desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, karena melakukan aktifitas pertambangan, diluar koordinat, yang besarannya hingga mencapai 5 hektar.

” BS selaku pemilik galian, sudah ditetapkan menjadi tersangka karena sudah melanggar titik koordinat yang mencapai 5 hektar dari yang ditentukan dari izinnya. Hal ini diperoleh petugas setelah memeriksa ketujuh saksi. Sedangkan 6 saksi lainnya yang sebagai pembeli, pengawas serta operator sudah dipulangkan karena mereka tidak tahu apa-apa,” kata AKP Norman Hidayat, selaku Kasat Reskrim, saat itu, saat ditemui sejumlah jurnalis (07/05/2017).

Bahkan saat itu aparat Kepolisian juga mengamankan 3 buah dump truck yang membawa hasil tambang, 1 alat berat excavator merk liugong 920 D yang sekarang berada di Satlantas Polres Jombang. Namun hingga hari ini, perkara yang sudah terang benderang tersebut, masih buram dan proses penegakan hukum, seolah-olah jalan ditempat.

Baca:  Kapolres : Polres Jombang Siap Amankan UNBK 2017

Kini, AKBP Fadli Widiyanto, saat dikonfirmasi, mengenai kasus tersebut, pihaknya berjanji diwal tugasnya sebagai Kapolres Jombang, akan segera melakukan gelar perkara, dengan jajaranya, mengenai kasus BS.

“ saya akan tanyakan sejauh mana, perkembangannya ke Kasat Reskrim, dan hasilnya nanti akan kita sampaikan ke rekan-rekan. Dan untuk kasus yang berhenti silahkan kita diberi masukan agar bisa kita tindak lanjuti,” tegas Fadli, pada sejumlah jurnalis, Rabu (28/3/2018).

Perlu diketahui, jajaran Satreskrim Polres Jombang, menggerebek galian C yang ada di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Pasalnya galian C ini melakukan pelanngaran karena melakukan kegiatan tambang, melebihi kordinat yang ditentukan dalam izin galian. Bahkan kelebihan kordinat itu besarannya yakni 5 Hektar, dari kordinat yang ditentukan.

Baca:  Polisi Berhasil Bebaskan Dua Sandera dari Perampok di Pondok Indah

Atas penggerebekan tersebut, Polres Jombang menetapkan BS sebagai tersangka. BS dijerat dengan pasal 158 undang undang no.4 tahun 2009 tentang Minerba, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak 10 milyar rupiah.(elo)