Lupa Matikan Tungku Masak, Rumah Seorang Nenek di Lamongan Ludes Terbakar

 

Warga bergotong royong padamkan api yang membakar rumah nenek Supiyah. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Sebuah rumah semi permanen, milik Supiyah (75) yang beralamat di Gang Cendrawasih II Kelurahan Tumenggungan Kecamatan/Kabupaten Lamongan, Jawa Timur musnah terbakar. Diduga, kebakaran tersebut akibat api dari tungku tem­pat memasak, yang lupa dimatikan saat pemiliknya meninggalkan tempat masak tersebut sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (28/3/2018).

Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materil mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, korban harus mengungsi ke tempat lain untuk sementara waktu, karena rumahnya tak bisa ditempati.

Informasi yang berhasil dihim­pun oleh kanalindonesia.com dari masyarakat yang mengetahui kejadiannya, sekitar 15.00 WIB sebelum kejadian, Supiyah diketahui sedang menyalahkan tungku bermaksud memasak.

Baca:  Inilah 50 Anngota DPRD Gresik 2019-2024

Setelah memasak, Supiyah terlihat meninggalkan tungku tersebut untuk beraktivi­tas yang lainnya. Saat meninggalkan tempat memasak tersebut, rupanya korban lupa mematikan api yang masih menyala di dalam tungku di dapur ru­mahnya. Sehingga, api-pun membakar dinding dapur rumahnya yang terbuat dari kayu.

Kondisi Supiyah selain tua, dia juga sudah pikun sehingga mengkhawatirkan apabila berhubungan dengan benda-benda yang sangat membahayakan bagi keselamatan seperti yang terjadi saat ini.

“Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api, dengan peralatan pemadam seadanya. Namun, material pada rumah tersebut mudah terbakar, sehingga api dengan cepat membakar semua isi rumah Supiyah,” kata salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain itu, dibagian dapur rumah Supiyah banyak benda yang mudah ter­bakar juga. Maka, api dengan mudah membakar dinding dapur dan dengan cepat merambat keseluruh benda lain­nya. Bahkan, dalam hitungan menit, berhasil membakar seluruh bagian ru­mah Supiyah serta menjalar ke belakang kantor unit PT. PNM (Permodalan Nasional Mandiri).

Baca:  Bupati Lamongan: Dorong Koperasi Dan UM Dengan Fasilitas Gratis

Melihat kondisi Supiyah yang tua dan pikun tersebut, warga segera bertindak cepat untuk menyelamatkan jiwa Supiyah. Beberapa warga menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk menghentikan api yang mulai merambat. 3 mobil pemadam kebakaran datang untuk melakukan pemadaman. Dan akhirnya pada pukul 16.30 WIB api bisa dijinakkan.

Kerugian yang dialami oleh korban ditaksir 150 juta karena rumah habis akibat kebakaran tersebut. Sementara itu, PT. PNM yang terbakar dibagian kamar mandi dan dapurnya saja diperkirakan menelan kerugian 10 juta rupiah.

Kebakaran itu terjadi, murni akibat keteledoran pemiliknya yang lupa me­madamkan api di tungku, saat mening­galkan tungku tersebut.(omdik/fer).