Berulang Kali Strum Anak dan Istri, Oknum PNS Menangis Dihadapan Polisi

Pelaku diglandang petugas Polres Lamongan setelah menerima laporan korban. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Seorang Oknum PNS di Lamongan Jawa Timur tega melakukan tindak kekerasan terhadap anak dan istrinya. Kekerasan itu dilakukan dengan cara menyetrum kedua korban menggunakan alat setrum listrik. Di hadapan petugas, pelaku menangis menyesali perbuatanya.

Perbuatan Iwan Kurniawan (41) tak patut dicontoh, sebab oknum PNS yang berdinas di Kantor Badan Pusat Stastistik Kabupaten Lamongan telah melakukan penganiayaan terhadap buah hati dan istri yang dinikahinya 14 tahun yang lalu.

Warga Perumda Deket Gang V, Kecamatan Deket, Lamongan ini, ditengarai kerap menyiksa istrinya, MKN (39), dan AW (14) anak kandungnya dengan setrum aliran listrik.

Menurut keterangan korban, pelaku kerap melakukan tindak kekerasan tersebut, bila istri dan anak kandungnya melakukan kesalahan. Kejadian terbaru berlangsung pada 26 dan 27 Maret 2018.

Baca:  Presiden Jokowi Puji Jagung Lamongan

Pelaku berulangkali menganiaya istri dan anak kandungnya menggunakan sengatan listrik. Kedua korban mengalami luka-luka di sekujur tubuh. Tak terima MN dan AW dianiaya, pihak keluarga langsung melapor tindakan pelaku ke Kepolisian Polres Lamongan. Petugas lalu meringkus pelaku yang sedang berada di kantor.

Kapolres Lamongan, AKBP Febby DP Hutagalung kemudian merilis pelaku beserta barang bukti di ruangan reskrim. Di hadapan petugas, pelaku menangis karena tak kuasa menahan penyesalan akan perbuatan yang pernah dilakukannya.

Dia itu anak kandungmu Wan, kenapa kamu tega lakukan itu?” ucap Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung kepada Iwan Kurniawan (41), saat rilis digelar di Mapolres Lamongan, Kamis (29/3/2018).

“Dari pengakuan korban, yakni istri pelaku, perlakuan itu dilakukan sering kali, terakhir 26 dan 27 kemarin, baik istri maupun anaknya disetrum. Karena si anak yang sudah diperingatkan untuk tidak mainanhandphone saat jam belajar, ternyata sembunyi-sembunyi masih main handphone,” jelasnya.

Baca:  Server Korlantas Polri Eror, Pembuatan SIM Baru Ke Daerah Terkendala

Pelaku kerap melakukan tindak kekerasan tersebut, bila istri dan anak kandungnya melakukan kesalahan. Kejadian terbaru berlangsung pada 26 dan 27 Maret 2018.

Saat itu pelaku langsung naik pitam, begitu mengetahui si anak masih menggunakan telepon seluler (ponsel) bersamaan jam belajar. Terlebih sang istri yang ditugasi mengawasi si anak untuk belajar, ternyata malah tertidur.

“Keduanya langsung disetrum. Lebih parah lagi, si anak disuruh buka baju terlebih dulu, kemudian disetrum di beberapa bagian tubuhnya. Dan saat kejadian itu, istrinya yang sudah disetrum lebih dulu, disuruh merekam (video) dengan menggunakan handphone,” tutur dia.

Sementara itu, kondisi AW anak kandung dari pelaku saat ini masih trauma dan perlu dilakukan konseling untuk menyembuhkan trauma korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 44 ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Baca:  Korban Penipuan Dhimas Kanjeng Asal Ponorogo Enggan Melapor

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan kepolisian, berupa seperangkat alat setrum yang terdiri dari kabel, stop kontak, dan kawat ikat.

Kemudian ponsel merek Samsung yang digunakan untuk merekam kejadian, kuas lukis sebagai alat penahan kawat ikat untuk menyetrum, serta satu unit taspen listrik.

“Jadi pelaku ini mengikat kawat yang sudah dialiri listrik dari kabel, yang sudah lebih dulu dicolokkan ke stop kontak kepada bagian tubuh korban dengan bantuan kuas lukis itu. Dan saat kejadian, istrinya disuruh merekam kejadian itu,” tutur Kapolres.

Lantaran trauma mendalam akibat kejadian yang dialami, kini korban mendapat perlindungan dan bantuan pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lamongan.(omdik/fer)