Tahun Ini Pucangro dan Kendalkemlagi Jadi Prioritas Perbaikan Jalan Alternatif

Kerusakan jalan di sekitar Pasar Wage Desa Pucangro sering menimbulkan bahaya. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Jalur alternatif penghubung ruas Daendels di kawasan pantai utara (Pantura) dengan jalur tengah nasional di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih mengalami kerusakan, Jum’at (30/3/2018).

Selain berlubang, banyak badan jalan yang bergelombang belum diperbaiki. Jalur alternatif sepanjang 35 kilometer ini banyak lubang-lubang dibeberapa titik setelah terendam luberan kali allkibat curah hujan tinggi beberapa waktu yang lalu. Kerusakan jalur alternatif juga diperparah dengan banyaknya kendaraan bertonase tinggi dan kendaraan besar melintas jalur ini.

Terutama, memasuki waktu liburan dan akhir tahun pelajaran sekolah banyak bus pariwisata berlalu lalang di jalur alternatif ini.

Pantauan kanalindonesia.com menunjukkan, sejumlah ruas jalan penghubung antara Kecamatan Sukodadi-Kecamatan Paciran mengalami kerusakan di sejumlah titik. Di antaranya, pada titik Desa Sungelebak, Pucangro, Kendalkemlagi dan sejumlah titik di Desa/Kecamatan Karanggeneng. Pada kawasan ini, banyak terjadi rekahan dan lubang sisa dari banjir yang sempat menggenangi permukaan jalan tersebut. Bahkan, beberapa titik ruas jalur ini menyempit dan bergelombang.

Baca:  Suara NU Jadi Unsur Penting di Pilpres 2019, Prabowo Datang Ke Tebuireng Jombang

Kondisi ini terjadi pada titik ruas jalan di Desa Kendalkemlagi Kecamatan Karanggeneng. Pada titik ini, kondisi terdapat beberapa lubang selebar 30-50 centimeter dengan kedalaman sekitar 15 cm. Terutama, pada titik jalan yang belum dirabat beton sepanjang hampir 250 meter. Oleh warga sekitar, lubang pada jalan itu ditambal dengan material seadanya. Di antaranya dengan tanah dan sampah. Hal ini agar tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Sementara, pada Desa Sungelebak terdapat beberapa lubang karena setiap hujan turun jalan tersebut selalu tergenang air karena drainase yang kurang baik terutama pada titik pasar Desa Sungelebak. Dengan sering terendamnya jalan ini, banyak memunculkan lubang-lubang dan rekahan jalan sehingga pengguna jalan harus lebih waspada saat melintas sepanjang jalur tersebut.

Baca:  Festival Rujak Uleg Seribu Cobek di Sentra Produksi Gerabah Desa Gedangan Maduran Lamongan

Kerusakan terparah terjadi pada Desa Pucangro terutama pada titik Pasar Wage dan Rawa Cangro. Pada titik ini, banyak jalan berlubang dan gelombang. Bahkan, beberapa lubang jalan ada yang panjangnya satu meter lebih. Pada ruas ini, jalan cepat mengalami kerusakkan karena banyak faktor. Selain dilintasi kendaraan berat juga sering terjadi banjir.

Menurut Kepala Bidang Jalan Kabupaten DPU Bina Marga Lamongan, Dandoko Hadi, perbaikan jalan kabupaten antara Sukodadi-Sumberwudi menjadi prioritas peningkatan infrastruktur jalan di Lamongan tahun ini. Estimasi anggarannya sekitar 10 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Ruas jalan itu sepanjang 3,165 KM, perbaikannya dilakukan dengan bertahap. Akan dipilih beberapa spot yang cukup rawan yakni spot Pucangro, dan Kendalkemlagi. 2 spot ini diselesaikan tahun ini”, kata Dandoko.

Baca:  Lamongan Siap Tuan Rumah Opening Ceremony Porprov Jatim

Dandoko menambahkan, perbaikan dilakukan bertahap karena kontruksi bangunannya dipilih bahan yang terbaik. Karena itu, perbaikan infrastruktur ini tidak bisa serentak harus bertahap. Dengan model kontruksi beton harapannya bisa awet. Apalagi kondisi tanah di Lamongan bisa dibilang kurang baik.(omdik/fer)