Rumah Seorang Dosen di Bangkalan Dibobol Maling

KANALINDONESIA.COM,BANGKALAN – Rumah seorang dosen berinisial AR (50 thn) jalan Ahmad Marzuki Kelurahan Pangeranan Kecamatan Kota Bangkalan Kabupaten Bangkalan Jatim dibobol maling. Korban baru mengetahui rumahnya di satroni maling ketika terjaga dari tidurnya sekitar pukul 02 dini hari kemarin. Kemudian keesokan harinya korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bangkalan.

Tanpa menunggu waktu lagi Sat. Reskrim Polres Bangkalan langsung terjun kelapangan dan melakukan olah TKP. Hasilnya memang tidak sia -sia, Sat.Reskrim  membekuk komplotan maling yang terdiri dari 3 orang. Masing – masing berinisial SA (39 thn) warga Jengkebuan, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan – Bangkalan, berikutnya  RZ (35 tahun)  tukang bangunan, warga Desa Deksoka,  Kecamatan Jatikoong Jatiroto  Utara,  KabupatenJember dan M (46 tahun) Jalan Pesalakan,  Kelurahan Kemayoran Kecamatan Kota Bangkalan  Kabupaten Bangkalan. Kemayoran .Bangkalan.

Baca:  Menristekdikti Resmilan IST di Annuqayah Guluk-Guluk

Modes operandi pencurian,
pelaku memasuki rumah korban dengan cara naik ke atap genteng menggunakan tangga. Kemudian masuk melewati jendela yang tidak terkunci dan mengambil barang barang milik korban. Antara lain 4 unit telepun seluler,  2 unit laptop,  1 buah jam tangan majal seharga Rp.20 juta

Sementara kronologis penangkapan, tersangka penadah menghubungi korban lewat nomer HP yang dibeli oleh tersangka penadah. Selanjutnya korban dan aparat menghubungi tersangka dan melakukan kesepakatan untuk bertemu disebuah tempat yang dijanjikan. Kemudian aparat mrlakukan penangkapan terhadap 2 orang penadah. Disusul penangkapan terhadap pelaku pencurian

Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Puladin Tambunan saat dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Bangkalan. Mengatakan saat ini ketiga tersangka diinapkan dihotel prodeo Mapolres Bangkalan.

Baca:  KH Miftahul Akhyar Minta Gerindra Perjuangkan kepentingan warga Nahdliyin

“Ketiga tersangka akan dijerat pasal 480 tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumanya 5 tahun keatas,” pungkas AKP Bidarudin. (yans).