Menengok Ponpes Yang Jadi Tempat Rehabilitasi ODGJ di Trenggalek

    KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Tidak banyak yang mengenal sosok Muhammad Ali Wafa atau biasa disapa Gus Muh , pengasuh pondok pesantren Hidayatul Mubtadin , Gunung Kebo, Desa Sambirejo Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Letaknya persis di sebelah selatan aliran Sungai Ngasinan yang membelah kota Trenggalek, berada persis di dataran tinggi pegunungan di wilayah timur kota atau 8 kilometer dari pusat kota Trenggalek.

    Di pondok ini ternyata menjadi tempat penampungan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Trenggalek dan kini  masih butuh perhatian dari pemerintah setempat. Pasalnya berdasarkan pengakuan pengelola, selama ini dirinya membiayai pasien rehabilitasi ini hanya dari dana pribadi dan para donator yang peduli saja.

    Muhammad Ali Wafa atau biasa disapa Gus Muh mengatakan kegiatan yang unik di pesantrennya itu berawal dari kepedulian terhadap nasib ODGJ di Kabupaten Trenggalek. Namun saat  Wakil Bupati Trenggalek yang kini menjadi Plt Bupati Trenggalek,  Moch Nur Arifin, memberinya dana , pihaknya langsung memberikan tampungan dan merehabilitasi  sejumlah orang dengan gangguan jiwa di pondok ini.

    “Terus terang keinginannya itu disambut baik mas Ipin yang kini jadi Plt Bupati, terus kami langsung buka penampungan dan penanganan ODGJ itu,” ucapnya, Minggu, (1/4/2018) di Trenggalek.

    Dikatakan Gus Muh , kepeduliannya terhadap ODGJ ini, sebenarnya telah dilakukan di pesantren yang dinakhodainya sudah sejak lama. Namun tidak sebanyak sekarang ini. Sementara itu untuk biaya operasional rehabilitasi ini dirinya hanya mengandalkan dana priadi dan kepedulian para donatur yang datang saja, sedangkan bantuan dari pemerintah daerah sampai saat ini belum ada.

    “ Kami masih mandiri melakukan kegiatan ini, dengan pemkab masih kita lakukan komunikasi,” terangnya.

    Kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Tuna Sosial, Dinas Sosial Perlindungan Pemnberdayaan Perempuan dan Anak (P3A) Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Sunandar menerangkan, berkat kepedulian pegasuh pondok Pesantern Hidayatul Mubtadin ini, Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek merasa sangat terbantu dalam penanganan ODGJ di wilayahnya, namun untuk bantuan dana, sampai saat ini memang dinasnya belum bisa merealisasikannya karena belum ada usulan sebelumnya.

    “Kita akui sangat terbantu dengan adanya kegiatan di pondok ini, cuman anggarannya masih menunggu yang kita ajukan untuk tahun depan, ” tegasnya.

    Sebelumnya diketahui bahwa hingga saat ini banyak keluarga pasien ODGJ yang ingin menitipkan keluarganya di tempat ini, namun karena masih minimnya anggaran yang ada, tidak semuanya bisa diterima. Sedangkan untuk membantu pendanaan Rehabilitasi ini, Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek mengaku telah diperintahkan oleh Plt Bupati  untuk menjalin MoU dengan yayasan, agar beberapa leading setor bisa masuk dan membantu.

    “Petunjuknya kita jalin kerjasama dengan ponpes yang berdiri yayasan tersebut dan membantunya , baik melalui forum CSR, Baznas maupun dinas lain agar bisa masuk dan membantu operasionalnya,” tegas Sunandar.

    Sementera itu salah satu pasien ODGJ, Sugiat, (25) mengatakan, selama 8 bulan dirawat di pondok pesantren ini dirinya mengaku kerasan dan belum mau ingin pulang. Alasannya di pondok pesantren ini lingkungan dan  orangnya baik baik.

    “Nanti kalau sudah khatam ngaji saya pulang ke keluarga,” pungkasnya.(ham)