Pelanggan Keluhkan Kualitas AMDK yang Beredar Bukan Dari Distributor Resmi

gudang yang diduga tempat menurunkan AMDK dari distributor tak resmi

KANALINDONESIA.COM, MOJOKERTO : Sejumlah konsumen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), mengeluhkan adanya kualitas air dan kemasan yang buruk dari sebuah merek dagang terkenal yang ada di Mojokerto.

Diduga, AMDK yang beredar diwilayah Mojokerto, bukanlah berasal dari MDC resmi yang ditunjuk oleh PT. Sariguna Primatirta, selaku perusahaan yang memiliki produk dengan merek dagang Air Murni Cleo. Bahkan, kuat diduga bahwa, AMDK tersebut berasal dari luar kota dan dibongkar muat di Jombang.

“ iya mas, kemarin air dalam galonnya ada lumutnya, dan padahal kemasannya masih bagus,” kata salah satu pekerja Café makanan dan minuman yang terletak di jalan Empunala nomor 45 Mojokerto.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Misbachudin (26), warga asal Mojokerto, yang setiap harinya mengkonsumsi AMDK tersebut. “ kemarin saya beli air galon itu di salah satu toko, tapi kemasan galonnya rusak (red : penyok), ya mau gimana lagi mas, tetap aja saya beli,” ujar Udin, Senin (2/4/2018).

Sementara itu DR (49), salah satu Distributor resmi MDC Mojokerto, yang mewanti-wanti namanya untuk dipublikasikan, saat dikonfirmasi, mengenai adanya sejumlah keluhan dari konsumen, mengenai buruknya kualitas air dan kemasan tersebut, pihaknya menuturkan bahwa, memang selama ini banyak keluhan, terkait maraknya peredaran air minum dalam kemasan gallon yang bukan dari distributor resmi MDC Mojokerto.

“ setelah dapat beberapa laporan, perusahaan sempat memberlakukan pembolkiran sejumlah kendaraan tronton yang biasanya digunakan mengangkut muatan air gallon. Awalnya bada satu kendaraan, sekarang sudah 4 kendaraan yang ijin muatnya diblokir pabrik,” paparnya.

Ketika ditanya langkah apa yang akan diambil oleh pihaknya, mengenai adanya keluhan dari sejumlah konsumen tersebut, pihaknya menuturkan bahwa secara resmi, pihak MDC Mojokerto sudah melaporkan hal tersebut ke perusahaan.

“ nah untuk nanti seperti langkah yang diambil oleh pihak perusahaan, silahkan mas tanyak aja langsung ke perusahaan,” ujarnya.

Disinggung mengenai modus operandi pelaku, yang melakukan pembelian ijin (red: DO) dari luar kota Mojokerto, dan melakukan bongkar muat di Jombang, apakah pihaknya selaku MDC resmi Mojokerto, sudah mengetahui hal tersebut, pria turunan cina tersebut, menjelaskan bahwa, sejak awal pihaknya sudah menduga bahwa pihak transporter, yang melakukan penyelewangan ijin AMDK tersebut.

“ ya sebenarnya sudah tau mas, siapa pelakunya, dan bagaimana modusnya dalam melakukan praktek untuk membeli DO dari luar kota Mojokerto, tapi ya kita kan sebatas distributor yang ditunjuk perusahaan, jadi ya kewenangan ada di perusahaan (red : PT. Sariguna Primatirta),” terangnya.

Mengenai adanya peredaran air gallon yang bukan dari distributor resmi MDC Mojokerto, sipakah pihak yang paling akan dirugikan, pria yang mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan tersebut menjelaskan, bahwa yang paling dirugikan atas masalah tersebut, adalah konsumen, dan distributor resmi MDC.

“ semua pihak ya dirugikan mas, baik konsumen, distributor, maupun perusahaan, belum lagi kalau nanti ada pemalsuan atau air itu diganti isi ulang, lantas siapa yang akan bertanggung jawab, dan ini kan yang rugi nantinya semua pihak, mas, ” tukasnya.

Dari data yang dihimpun redaksi, terdapat sebuah gudang di Jombang, Jawa Timur, yang dijadikan tempat untuk bongkar muat air gallon dari luar kota Mojokerto, dan akan dipasarkan di Mojokerto.(elo)