Kantongi Izin Cuti, Plt Bupati Ikut Kampanye

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Genderang birokrasi sedang ditabuh keras-keras di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Kini giliran Plt Bupati Trenggalek resmi mendapatkan izin cuti dari Gubernur Jatim, Soekarwo, tertanggal 29 Maret 2018. Untuk itu lengkap sudah roda pemerintahan di kabupaten ini praktis dijalankan seorang sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek yang juga berstatus pelaksana tugas (Plt).

Dari informasi yang dihimpun, banyak khalayak yang kaget begitu melihat Plt Bupati Trenggalek , H Moch Nur Arifin tiba-tiba muncul bersama calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Sukarno saat digelarnya lomba senam ibu-ibu di Stadion Menak Sopal Kelutan Trenggalek. Namun kemunculan Moch Nur Arifin ternyata telah mengantongi izin cuti yang dimanfaatkan untuk membantu pemenangan pasangan cagub dan cawagub yang diusung PKB dan PDI Perjuangan itu, Senin, (2/4/2018).

Plt Sekda Kabupaten  Trenggalek, Drs Kusprigianto, MM melalui Kabag Humas Pemkab, Triadi Atmoko menjelaskan, H Moch Nur Arifin telah mempunyai surat izin cuti dari Gubernur Jatim yang ditandatangai langsung oleh Soekarwo.

“Kehadiran beliau di acara kampanye cagub dan cawagub itu karena izin cutinya sudah keluar,” ujarnya.

Triadi melanjutkan, izin cuti yang diberikan kepada Moch Nur Arifin itu memang dalam rangka menjadi juru kampanye (jurkam) pasangan cagub cawagub Syaifullah Yusuf- Puti Guntur dengan masa cuti selama 5 hari mulai Kamis –Jum’at, (29/3-2/4).

“Cuti itu untuk menjadi jurkamnya pasangan cagub cawagub Syaifullah Yusuf-Puti Guntur dengan masa cuti selama 5 hari sampai tanggal 2 atau hari ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, pasca cutinya Plt Bupati, Gubernur Jatim Soekarwo menunjuk Plt Sekda Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto, untuk melaksanakan tugas-tugas Bupati Trenggalek sebagaimana yang diamanatkan dalam surat bernomor 131/6564/011.2/2018.

“Nanti yang menjalankan tugas itu pak Sekda,” tuturnya.

Sedangkan pemakaian fasilitas negara yang melekat pada diri Plt Bupati Moch Nur Arifin dengan terbitnya surat izin cuti itu tidak boleh dipergunakan dalam masa cuti tersebut. Fasilitas tersebut seperti mobil dinas maupun rumah dinas yang kini ditempatinya.

“ Otomatis beliau tidak diperbolehkan memakai fasilitas negara yang sekarang dipakai,” pungkasnya. (ham)