Baru Satu Tahun Berdiri, Baznas Trenggalek Terima Predikat WTP

KANALINDONESIA. COM,  TRENGGALEK: Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diraih oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Trenggalek.

Raihan yang didasari atas laporan keuangan badan  itu mengacu  pada penilaian sebuah Kantor Akuntan Publik, Drs. Inarejz Kamalawarta yang beralamat di Yogyakarta No. 52/LA/III/2018 tertanggal 29 Maret 2018.

Ketua Baznas Kabupaten Trenggalek, Mahsun Ismail, mengatakan bahwa pencapaian WTP tersebut menjadi cambuk untuk lebih bekerja keras, mengingat Baznas Kabupaten Trenggalek pada periode saat ini masih berumur satu tahunan, atau atau tepatnya 9 bulan pada 31 Desember 2017.

“Predikat WTP ini adalah hasil pemeriksaan akuntan publik terhadap laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi dan diaudit menggunakan norma pemeriksaan akuntansi zakat PSAK 109 Tahun 2012,” ungkap Mahsun, Selasa (3/4/2018).

Capaian tersebut sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh Baznas Kabupaten Trenggalek, dimana dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) tahun 2017-2021 sudah tercantum.

“Pada tahun pertama adalah tahun pondasi, sehingga audit dengan capaian WTP merupakan salah satu target untuk penguatan pondasi kelembagaan dimaksud,” tambah Mahsun.

Plt Sekda Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto , mengatakan sebagai lembaga pemerintah non-struktural, Baznas Kabupaten Trenggalek akan selalu menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan. Hal tersebut dikarenakan Baznas Kabupaten Trenggalek memiliki tugas untuk mengelola dana umat sesuai amanah Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014.

“Dengan mendapatkan predikat WTP, kita berharap masyarakat akan semakin mempercayakan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas Kabupaten Trenggalek, kalau kepercayaan masyarakat kepada Baznas Kabupaten Trenggalek semakin meningkat, maka akan semakin banyak mustahik yang menerima manfaatnya,” ungkapnya.

Kusprigianto menegaskan, Pemkab mendukung Baznas dan program-program yang akan dilaksanakan ke depan.

“Saya mengapresiasi penuh keberadaan Baznas di Trenggalek dan  program-program yang telah dan akan dilakukan,” tegasnya.

Dia berharap Baznas melakukan inovasi agar para warga tertarik menitipkan zakatnya dan dapat merangkul para kiai sehingga informasi zakat dapat disampaikan secara menyeluruh dan benar.

“Keberadaan Baznas harus disampaikan secara benar kepada khalayak,” pungkasnya. (ham)