Polres Pacitan Amankan 13 Nelayan Benur, Sedang 10 Nelayan Dipulangkan

KANALINDONESIA.COM, PACITAN: Satreskrim Polres Pacitan berhasil gagalkan penyelundupan 2000 benih benur yang akan dijual ke pengepul

Adapun pelaku yang diamankan, sebanyak 13 nelayan Tawang asal Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo. Ke 13 nelayan yang ditangkap itu di duga melakukan kegiatan penangkapan, dan menjual Benur lobster tanpa izin.

Menurut Kapolres Pacitan AKBP Setyo Koes Heriyatno melalui Wakapolres Pacitan Kompol Hendry Soelistiawan menyatakan ” kami sebagai penegak hukum hanya mentaati peraturan UU yang berlaku saja. Sedangkan tindakan pelaku ini telah melanggar lingkungan dan konservasi sesuai dengan Undang-undang Nomor 31/2004 sebagaimana dibuat dengan UU Nomor 15/2009 tentang Perikanan. Sebab, pelaku memperjualbelikan lobster tanpa izin.

“Pelaku ini tindakannya dapat merusak lingkungan, ekosistem, kelestarian habitat satwa tersebut dan merugikan nelayan, apabila benih lobster diambil dan dijarah tanpa aturan, maka kekayaan alam laut Indonesia ini akan cepat habis,” jelas Wakapolres.

” dari ke 13 nelayan itu, yang kami amankan hanya 3 nelayan ini masih dugaan sementara dan masih kita mintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan yang 10 nelayan lainnya kita pulangkan. dan barang bukti yang kita amankan diperkirakan 2000 ekor benur dan water Pump bersama plastik tempat benur,” pungkas Wakapolres.

Sementara perwakilan masyarakat nelayan Sudarno asal Desa Jetak, menyampaikan ” 13 nelayan yang diamankan polres jika dianggap melanggar hukum, ya jelas melanggar, akan tetapi nelayan bisanya hanya itu yang bisa untuk mencukupi keluarga. Sedangkan lapangan pekerjaan diKabupaten Pacitan juga sulit,” sampainya.

Lantas terkait puluhan warga yang datang ke Polres, Darno menambahkan ” tadi Wakapolres sudah menyampaikan, ke 13 nelayan tersebut akan di mintai keterangan lebih lanjut dahulu, jika sudah jelas tidak adanya pelanggaran hukum ke 13 nelayan itu akan di pulangkan ke keluarga masing- masing,” tandas Darno. ( Bc )