Kejari Ponorogo Hentikan Kasus OTT PTSL

Kajati Jatim Maruli Hutagalung saat tiba di Kantor Kejaksaan Negri Ponorogo

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menghentikan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang menimpa Kades, Plt Sekdes dan warga Desa Ngunut, Babadan, Ponorogo, Jatim.

Penghentian proses hukum tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur  Maruli Hutagalung saat melakukan kunjungan kerja di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Rabu(04/04/2018).

Kajati Jatim Maruli Hutagalung memerintahkan langsung kepada Kejaksaan Negeri(Kejari) Ponorogo untuk segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Saya perintahkan Kajari untuk menghentikan sementara penyidikan itu, dan  diserahkan ke APIP untuk dilakukan pembinaan,”ucap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Maruli Hutagalung kepada awak media di Kantor Kejaksaan Negeri(Kejari) Ponorogo.

Ditambahkan Maruli Hutagalung, “saat ini telah ada MoU antara Kejaksaan Agung dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi(Kemendes PDTT),”ucap Maruli.

Untuk yang ada di daerah, kata Maruli, juga telah ada MoU antara bupati, kejaksaan dan Polres, “jadi apabila ada pengaduan kita koordinasi dulu dengan bupati dengan Kapolres , kita serahkan dulu ke APIP untuk dilakukan pembinaan oleh APIP. Apabila sudah diserahkan ke APIP dilakukan pembinaan belum bisa dan tidak berubah, nanti baru kejaksaan dan kepolisian yang masuk untuk melakukan tindakan,”terang Maruli.

Dikatakan Maruli, “program sertifikasi tanah ini harus terus berjalan, supaya jangan gaduh di Ponorogo ini, supaya kepala desa tenang dan tidak takut untuk menjalankan program pemerintah ini,”tegasnya.

Lebih lanjut dikatakanya,“dicabut  status  tersangka, dihentikan dengan alasan diserahkan ke APIP,”pungkasnya.(KI-01)

WELAS ARSO