Siswa MAN 1 Lamongan Olah Daun Kersen Jadi Ramuan Pengawet Tomat Alami

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Selama ini pemanfaatan kersen atau Ceri dibutuhkan hanya buahnya saja. Ternyata, daun buah kersen sangat bermanfaat untuk dijadikan Fungsida Organik untuk pengawet alami buah tomat. Seperti yang dilakukan 3 siswa berprestasi asal MAN 1 Lamongan, Jawa Timur.

Ditangan Ahmad Shofiyul Labib, Safira Firda Machsum dan Poppy Rizky kelas XII, daun kersen di olah menjadi bahan yang bermanfaat yakni Pengawet alami yang diberi nama Fraction.

Fraction adalah fungsida alami ramah lingkungan yang digunakan untuk memperpanjang mutu dan komoditas tomat serta menghambat pertumbuhan jamur pada tomat.

Fraction memiliki keunggulan diantaranya, berbahan alami, non sintetis, meningkatkan umur simpan tomat, tidak berdampak negatif pada lingkungan maupun konsumen.

Pertama tama, daun kersen yang sudah disiapkan di cuci hingga bersih, kemudian daun kersen yang sudah bersih dimasukan kedalan oven pemanas guna pengeringan. Proses selanjutnya, lalu di blender untuk di haluskan. Setelah itu di rebus dengan pemanas suhu yang sudah disesuaikan.

Jika sudah direbus, selanjutnya air rebusan tersebut di saring dan siap di olah. Penyajiannya pun praktis, hanya menuangkan cairan ramuan kersen yang di campur beberapa mili liter air kedalam wadah. Kemudian tinggal memasukan atau menyelupkan buah tomatnya.

“Caranya sangat praktis dan ramuan ini bisa menguatkan tomat hingga 9 hari,” jelas siswa, Ahmad.

Menurut Wakil kepala sekolah Kesiswaan Moch Masluch melalui Guru Pembimbing Siti Khofilah, berkat karya kreatif ketiga siswanya membawa kebanggaan sekolah MAN 1 Lamongan. Mereka berhasil menyabet juara 1 Lomba Tingkat Nasional BISTIC III Tahun 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang beberapa waktu lalu.

“Siswa juara 1 tingkat nasional di ajang BISTIC III 2018 di Malang,” kata Siti.

Sementara Siti menambahkan, temuan ini diharapkan tidak saja hanya bahan pengawet tomat, namun bisa juga sebagai pengawet buah lainnya agar petabi tidak merugi pasca panen.

Selain bakal di patenkan, karya siswa MAN 1 Lamongan rencananya akan di produksi secara massal untuk membantu pedagang buah maupun petani agar tidak merugi. Sementara harga jual kreatif siswa ini dibandrol dengan harga relatif murah yakni 35 ribu supiah perbotolnya. (Fer)