PC Muhamadiyah Juga Pertanyakan Anggaran Pembangunan RS.Muhamadiyah Kota Kediri

Gedung Rs.Muhamadiyah kota kediri ( foto :Marmoyo/KIcom)

KANALINDONESIA.COM : Kasus Pembangunan RS Muhamadiyah Kota Kediri mulai menggelinding ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang akan meminta pertanggung jawaban pihak panitia pembangunan periode 2010 – 2015 yang notabene juga pengurus Pimpinan Daerah Muhamadyah ( PDM ) Kota Kediri.

Selain PC Muhamadiyah yang akan bergerak , somasi terkait pembangunan RS Muhamadyah Kota Kediri yang kedua kalinya bakal diluncurkan ke Pimpinan Daerah Muhamadyah ( PDM )kota Kediri,  karena somasi pertama yang dikirim (06/09 /2016) belum ada kejelasan penangananya.

Pihak Suwaji yang menjadi pelaksana pembangunan RS  Muhammadyah Kota Kediri,  juga mengancam kalau belum ada kejelasan akan membawanya ke ranah hukum dan mengajak umat Muhammadiyah Kota Kediri berdemo terkait uang umat yang tidak jelas jluntrungannya senilai Rp 7 miliar lebih.

Baca:  Catatan Startegis di LKPJ Semangat Perbaikan dalam Penyerapan Anggaran

Suwaji dalam keteranganya mengatakan, jika somasinya yang pertama kali belum ada kejelasan, “somasi yang pertama kali tanggal 06 September 2016 belum ada kejelasan dan pihak pengurus lama PDM justru malah menghubungi lewat telepon saya usai kami menyomasi dan ramai berita di media, ” kata Suwaji, saat ditemui di kantornya, Selasa (13/09/2016).

Lebih lanjut Suwaji mengatakan, jika pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak pengurus Pengurus Cabang (PC ) Muhammadyah se-Kota Kediri akan melakukan aksi jika pihak PDM tak segera memberi kejelasan pada umat Muhammadyah Kota kediri.  “Kita sudah berkoordinasi dengan orang orang PC, ” pungkas Suwaji.

Terpisah ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum ( MPKU) Cecep M Yasin, mengatakan, jika yang dipakai pembangunan RS Muhammadyah senilai Rp 7 miliar adalah uang umat Muhammadiyah,”benar yang dipakai pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Kota Kediri adalah uang umat,” kata Cecep saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (13/09/2016).

Baca:  Menderita Gagal Ginjal, Satu CJH Asal Madiun Ngotot Berangkat

Cecep menambahkan, jika permasalahan terkait dengan Suwaji sudah dibahas dalam PDM kota Kediri dan akan mengumpulkan tim 9 PDM yang telah menginvestigasi kasus dugaan mark up.

” Mungkin hari Kamis depan kita akan press release dengan media terkait pembangunan RS Muhammadiyah Kota Kediri dan uang bapak Suwaji,” tutur  Cecep.

Sementara itu Mujianto ketua Pengurus Cabang (PC) Muhamadiyah Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dalam keteranganya membenarkan terkait  anggaran umat Muhammadiyah yang tak jelas laporannya pada saat pembangunan RS Muhammadiyah, ” benar mas, kami akan menanyakan anggaran itu pada PDM Kota Kediri akan kejelasan anggaran Rp 7 miliar lebih itu,” kata Mujianto saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Baca:  Positif Covid-19: Lagi, Kota Madiun Salip Kabupaten Madiun

Mujianto juga menyayangkan dengan adanya dugaan mark up yang dilakukan oleh panitia pembangunan,” biarpun pada saat itu saya belum menjadi ketua PC Muhamadyah, namun saat ini akan kami tanyakan , kog enak uang umat buat bancakan, ” pungkas Mujianto.

Untuk diketahui pada berita sebelumnya dituliskan anggaran umat yang nilainya miliaran rupiah, diduga buat bancakan oleh pengurus Pimpinan Daerah Muhamadiyah ( PDM ) Kota Kediri dengan cara berbagai  modus yang diantaranya adalah untuk Pembangunan RS Muhammadiyah tahun 2012 lalu.

Hal tersebut terbongkar usai Suwaji salah satu pelaksana pembangunan RS. Muhammadiyah melakukan somasi terkait tunggakan yang belum terbayarkan senilai Rp 1 Miliar lebih, padahal RS Muhammadiyah sudah selesai pada tahun 2014 lalu.( G Marmoyo)