LOMBOK UTARA, KANALINDONESIA.COM: Diduga gadaikan unit truk masih dalam proses kredit, oknum guru berinisial RSH (42) warga Dusun akar-akar Selatan, Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dilaporkan ke Polisi.

Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut dilaporkan ke pihak berwenang dengan sangkaan pasal 36 UU Republik Indonesia nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia.

RSH dilaporkan oleh Branch Manager PT. SMS Finance Ari Anggara Setyawan yang didampingi oleh kuasa hukumnya Soegeng Hari Kartono, karena debitur ini diduga menggadaikan truk yang dikreditnya, disaat tidak kuat membayar angsuran.

Dari data yang dihimpun reporter kanalindonesia.com, RSH dilaporkan di Satreskrim Polres Lombok Utara pada 15 Februari 2021 dengan nomor LP : TBL/19a/II/2021/NTB/Res.lotara.

Kini laporan polisi tersebut naik ke tahap penyidikan. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) laporan kepolisian, dari pengaduan meningkat ke tahap penyidikan dengan kisaran waktu penyelesaian proses penyidikan paling lama sembilan puluh hari.

Seyogyanya, sebagai debitur yang baik, kalau ada kendala dalam menunaikan kewajibannya atas barang yang dikreditnya, adalah menyerahkan unit tersebut kepada PT. SMS. Agar di kemudian hari tidak terjadi masalah.

Kepada wartawan, Penasehat Hukum PT. Sinar Mitra Sepadan (SMS) Soegeng Hari Kartono SH CTLC. CMLC mengatakan,” di awal sudah diingatkan, namun beliau tidak menghiraukan, malah yang bersangkutan menggadaikan unit tersebut,” ujar Soegeng.

Soegeng menambahkan,”  kami mengapresiasi kinerja Polri, sebagai institusi penegak hukum di Indonesia yang menjadikan Polri sebagai institusi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (PRESISI), sesuai program Kapolri,”pungkas Soegeng.(Irwan_kanalindonesia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here