Pemimpin dan Sambutan Publik (3)

Oleh : Subadianto, Ketua Fraksi PAS DPRD Kab. Trenggalek

Indonesia di era demokrasi seperti saat ini menyajikan ruang dan peluang terbuka bagi siapapun. Bagi calon kandidat pemimipin , demokrasi bisa dimaknai sebagai ruang-ruang yang harus dimasuki untuk mendapatkan peluang-peluang yang terbuka itu. Dan untuk bisa menangkap banyak peluang itu diperlukan keterampilan dan kualitas agar bisa berkompetisi. Upaya pemenangan kandidat calon pemimpin perlu ketrampilan, ide-ide kreatif, implementatif yang bisa menjadi bagian dari solusi pada permasalahan di lapangan.

Selanjutnya kandidat calon pemimpin harus tampil beda dan istimewa dalam bermuamalah (bergaul). Sebab betapapun besar kebaikan yang berikan, jika cara memberikan tidak disertai dengan adab dan kesantunan, maka ia akan lebih dirasakan sebagai penghinaan dan bukan kebaikan. Inti muamalah adalah bagaimana kita menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat dengan dibingkai akhlaqul karimah.

Maka masyarakat pun akan melihat bahwa kandidat calon pemimpin itu istimewa dalam berinteraksi di masyarakat. Sebab upaya menanamkan pengaruh di masyarakat, pada hakikatnya adalah bagaimana kandidat calon pemimpin merebut hati orang. Selain berupaya membuka hati mereka melalui program-program yang diselenggarakan dengan baik, juga harus dengan kekuatan ibadah dan kedekatannya kepada Allah, karena kunci hati ada di tangan Allah. Dengan kekuatan ikhtiar dan doa kita berharap kepada semoga Allah membukakan hati-hati mereka.

Semoga karunia, taufik, hidayah dan inayah-Nya serta quwwatul bashirah Allah berikan kepada kandidat-kandidat calon pemimpin kita, sehingga langkah-langkahnya yang sudah, sedang dan akan dilakukan, seluruhnya menjadi bagian dari bertaqarrub ilallah Taala.