Kondisi Bayi Tanpa Anus Semakin Lemas Di Ruang Rawat Inap RSUD Pamekasan

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM,
Sudah sembilan (9) hari lamanya, bayi tanpa anus putra dari pasangan suami istri (pasutri) Abdurrahman dan Suhatiah, warga Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur ini, dirawat di RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo Pamekasan.

Bayi tampa anus ini, diduga adalah merupakan korban minimnya pelayanan penanganan medis yang tak bertanggung jawab dari Rumah Sakit Swasta “LARASATI” Pamekasan yang melempar tanggung jawabnya ke RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo kerena alasan medis.

Bayi tampa anus ini, harus dirujuk ke RS Surabaya, namun hingga saat ini seolah masih tak ada respon positip mengenai surat rujukan pemberangkatan operasi ke RS Dr. Soetomo Surabaya.

H. Marzuki, Kepala Desa Jarin menyampaikan, bahwa keberadaan bayi tanpa anus itu sedang terlantar dan karena sudah 9 hari, kondisinya semakin mengurus, keriput dan melemas.

Tak hanya itu, Dirinya juga sudah berusaha mendesak pihak RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo Pamekasan untuk segera mengambil langkah pemberangkatan operasi.

“Saya mendesak dari tanggal 7 saya masuk, cuma alasannya hanya menunggu telepon dari Dr. Soetomo Surabaya mengenai tentang alat,” paparnya.

Mengenai persoalan pembiayaan sementara di rumah sakit, dirinya menjelaskan, bahwa sudah ditanggung BPJS.

“Untuk BPJS sudah selesai semua, jadi biaya bayi ini sudah ditanggung BPJS,” tuturnya.

Lebih lanjut, Marzuki menegaskan, bahwa dirinya menuding ada indikasi tebang pilih dalam penanganan korban, jika menggunakan BPJS di proses belakangan, sedangkan bagi yang membayar cas di proses terlebih dahulu.

“Semuanya yang menggunakan BPJS, yang lahir tanpa anus harus nunggu antrian, bahkan antrian saat ini sekitar 3 orang,” katanya, menirukan pernyataan perawat di RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo Pamekasan.

Perlu diketahui, bayi tampa anus ini lahir beberapa waktu lalu lahir di ruang bersalin di sebuah Rumah Sakit Sawasta Pamekasan yakni, Rumah Sakit LARASATI. Namun karena alasan kekurangan alat medis, RS Larasati melempar tanggung jawabnya dengan cara merujuknya ka RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo Pamekasan. (Ifa/Nang).