Pemkab Trenggalek Harap Pemuda Daerah Manfaatkan Penerimaan Polri

TRENGGALEK,  KANALINDONESIA. COM: Dalam sosialisasi penerimaan anggota Polri Tahun 2018 di area Car Free Day (CFD) Alun-Alun Kabupaten Trenggalek, Minggu (8/8/2018) Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Plt Sekretaris Daerah (Sekda) berharap peluang yang dibuka kepolisian tersebut mampu dimanfaatkan pemuda dan pemudi Kabupaten Trenggalek untuk mengabdi di lembaga yang bertugas mengabdi, mengayomi dan melindungi masyarakat ini.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Drs. Kusprigianto, M.M., mengharapkan melalui sosialisasi tersebut dapat memberikan peluang yang lebih besar kepada masyarakat Trenggalek untuk menjadi anggota Polri.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saat ini pengumuman penerimaan anggota kepolisian dilakukan secara terbuka, sehingga pada saatnya akan diperoleh anggota Polisi yang profesional, modern, dan terpercaya dimulai dari proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ucap Plt Sekda Kusprigianto, Senin, (9/4) di Trenggalek.

Rekrutmen itu juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja di angkatan kerja tentunya melalui seleksi yang tepat sehingga menghasilkan calon anggota yang benar-benar telah tersaring secara profesional.

“Lebih jauh, melalui sosialisasi ini Polres Trenggalek akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan anggota Polri yang berasal dari warga Trenggalek yang potensial dan mampu melaksanakan tugas pengabdiannya,” imbuhnya.

Saat ini kebanyakan lulusan setingkat SLTA di Kabupaten Trenggalek yang berminat di kepolisian cukup banyak , akan tetapi kebanyakan justru masuk seleksi melalui daerah lain seperti luar Pulau Jawa. Namun kini dalam kurun waktu lima tahun ini banyak rekrutmen kepolisian yang membawa putra daerah kebali bertugas di daerahnya kembali.

“ Kini banyak pemuda pemudi Trenggalek yang menjadi polisi dan bertugas di sini,” tandasnya.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo, menyampaikan bahwa penerimaan anggota Polri menggunakan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (Betah). Dirinya juga menegaskan bahwa dalam prosesnya tidak menggunakan biaya sama sekali.

“Jika ada yang menawarkan sesuatu agar bisa lolos jadi Polisi, sudah jangan dipercaya. Bohong itu, kalau perlu laporkan kepada kami. Semua gratis, tidak dipungut biaya,” tutur Didit.

Sosialisasi RimPolri 2018 sendiri digelar di area CFD, menurut Kapolres Trenggalek hal tersebut sengaja agar animo pendaftar dari Kabupaten Trenggalek semakin meningkat.

Acara sosialisasi RimPolri 2018 Polres Trenggalek yang digelar melalui kegiatan jalan sehat tersebut juga dihadiri oleh Plt Sekda Trenggalek beserta Forkopimda . (ham)