Sat.Pol.PP Bangkalan Angkut 30 Lapak PKL Mokong Depan SGB dengan Truk

KANALINDONESIA.COM – Belasan personil Sat.Pol.PP Bangkalan Jawa Timur menertibkan dan mengangkut paksa dengan truk 30 lapak (rombong) milik para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan tahu goreng, warung sate, penjual rokok, minuman STMJ dan kopi dihalaman parkir stadion gelora bangkalan (SGB). Penertiban tersebut digelar karena puluhan lapak tersebut telah melanggar kesepakatan antara Paguyuban PKL SGB dengan Pemkab. Bangkalan yakni sehabis berjualan pada malam hari, mereka (penjual) diharuskan menaruh atau memindahkan lapak (rombong) masing – masing kebelakang stadion yang telah ditetapkan.

Namun karena para PKL didepan SGB itu mokong dan tidak mengindahkan aturan yang telah disepakati. Termasuk menginapkan lapaknya dengansengaja hingga pagi hari. Maka Sat.Pol.PP Bangkalan mengambil tindakan tegas dengan mengangkut lapak-lapak yang di tinggal pemiliknya kekantor Sat.Pol. PP Bangkalan.

Baca:  BKPRMI Salurkan Bantuan Al Qur'an ke 20 Masjid di Kamboja

“Sebelum lapak-lapak itu ditertibkan, pihak Sat.Pol.PP secara dini sudah menggelar sosialisasi, memberi peringatan agar sehabis berjualan lapaknya tidak boleh diinapkan dan ditaruh dibelakang stadion. Tetapi karena para PKL tidak mematuhi aturan yang telah di sepakati. Maka lapak mereka diangkut ke kantor,” terang Kepala Sat.Pol.PP Bangkalan, Ram Halili, Rabu, (14/9/2016).

Menurut penjelasan Ram Halili, dengan ditertibkannya lapak tersebut. Sedikit tidak menjadi sockterapy bagi para PKL dan kesan kumuh yang selama ini sering menjadi rasan-rasan masyarakat tidak nampak lagi dan estetikanya tercapai.

“Bagi para PKL yang akan mengambil lapaknya kembali. Selain menyerahkan pothocopy KTP, terlebih dahulu harus menanda tangani perjanjian tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan sehabis berjualan menaruh lapak masing-masing di belakang stadion. Karena lahan parkir didepan SGB tersebut tidak hanya digunakan para PKL saja. Tapi banyak masyarakat yang ingin menggunakan lahan parkir yang luas itu,” paparnya.

Baca:  BKPRMI Kutuk Penyerangan Jamaah Masjid di Selandia Baru

Sementara itu, salah satu pemilik lapak yang kena penertiban, Maimunah dari Kelurahan Pejagan Kecamatan Kota Bangkalan yang biasa berjualan kopi dan rokok hanya bisa pasrah, Karena tukang becak yang biasa disewa sedang sakit dan tidak sempat memindahkan lapaknya ke belakang stadion.

“Biasanya setiap malam sehabis saya berjualan, tukang becak memindahkan lapak saya kebelakang. Tapi karena kemarin sakit, akhirnya lapak saya diangkut,” keluh Maimuna.

(Yans)