Pansus LKPJ DPRD Trenggalek Kecewa Kinerja Bappeda

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kabupaten Trenggalek menilai kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Trenggalek  lamban dalam menyusun dan menyampaikan laporan. Akibatnya proses pembahasan kinerja Bupati pada tahun 2017 oleh pansus LKPJ juga ikut terkendala.

Ketua Pansus LKPJ DPRD Kabupaten Trenggalek , Sukarudin menjelaskan, pihaknya menyayangkan kinerja Bappeda yang dinilai lamban dalam penyusunan hingga penyampaian Laporan.

“Kita heran kenapa mesti lambat ya , kenapa?” tanya politisi asal PKB ini, Senin, (9/4/2018) di Trenggalek.

Pasalnya laporan yang seharusnya sudah disampaikan ke dewan,  sejak enam bulan lalu, namun baru saja dilaporkan saat di panggil dalam pembahasan LKPJ.

“Harusnya enam bulan yang lalu sudah klir,” tuturnya.

Seperti yang bisa diketahui bersama dalam rangka menilai kinerja Bupati Trenggalek pada tahun anggran 2017, sesuai Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) yang telah disampaikan Bupati pada Rapat Paripurna beberapa waktu lalu, Pansus LKPJ DPRD Kabupaten Trenggalek  menindaklanjutinya dengan memanggil seluruh OPD, guna melakukan evaluasi atas kinerja bupati selama setahun terakhir. Meski demikian beberapa data yang dibutuhkan Pansus ternyata belum semua bisa didapat, seperti halnya belum tertuangnya beberapa angka pada indikator makro dari beberapa capaian.

Sementara itu Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto menjelaskan, belum tersedianya data indikator tersebut lantaran terkendala oleh data Badan Pusat Statistik (BPS), yang sampai saat ini juga belum muncul. Oleh karena itu pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk BPS guna membahas beberapa data dan indikator tersebut.

“Kita menunggu data dari BPS setempat,” ungkapnya.

Mengingat beberapa data yang dibutuhkan Pansus LKPJ belum seluruhnya bisa didapat, sejumlah anggota Pansus juga menekankan agar Bappeda Trenggalek segera melengkapi data datanya, khususnya terkait indikator makro yang capaiannya belum tertuang angka.(ham)