Kasus BS Stagnan, Polisi Akui Kesulitan Ikuti Petunjuk Jaksa

alat berat yang diamankan di area galian C, milik BS yang melebihi koordinat

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Dalam upaya melengkapi berkas perkara BS, seorang Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, lantaran melakukan aktifitas pertambangan, diluar titik koordinat, aparat Satreskrim Polres Jombang, mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk jaksa.

” Petunjuk jaksa sulit kita penuhi mas,” ungkap AKP Gatot Setya Budi, saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp (WA), Senin (9/4/2018).

Hingga kini, Polisi belum melimpahkan kasus tersebut ke kejaksaan. Bahkan saat ditanya seperti apa perkembangan, yang melibatkan kepala Desa aktif tersebut , mantan Kasat Reskrim Polres Nganjuk tersebut, menyatakan bahwa perkaranya macet. “ Masih, stagnan,” ujar Gatot, singkat.

Perlu diketahui bahwa, perkara yang membelit BS, sudah berjalan hingga satu tahun, namun belum juga ada perkembangan.

Bahkan diberitakan sebelumnya,  AKBP Fadli Widiyanto, yang baru saja pindah ke Kota Santri berjanji, diawal tugasnya sebagai Kapolres Jombang, akan segera melakukan gelar perkara dengan jajarannya, tekait kasus BS, namun hal ini hanya isapan jempol belaka, terbukti hingga kini belum ada upaya serius Polisi dalam menegakkan hukum di Jombang.

“Saya akan tanyakan sejauh mana perkembangannya ke Kasat Reskrim. Dan hasilnya, nanti akan kita sampaikan ke rekan-rekan. Dan untuk kasus yang berhenti, silahkan kita diberi masukan agar bisa kita tindak lanjuti,” tegas AKBP Fadli, Rabu (28/3/2018).

Diberitakan sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Jombang sebelumnya, menggerebek galian C yang ada di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Senin (1/5/2017) silam.

Pasalnya, galian C ini diduga melakukan pelanggaran, karena melakukan kegiatan tambang melebihi kordinat yang ditentukan dalam izin galian. Bahkan, kelebihan kordinat itu besarannya yakni 5 hektar dari kordinat yang ditentukan.

Bahkan, saat itu aparat Kepolisian juga mengamankan 3 buah dump truk yang membawa hasil tambang, 1 alat berat excavator merk Liugong 920 D yang sekarang berada di Satlantas Polres Jombang.

Atas penggerebekan tersebut, Polres Jombang kemudian menetapkan BS sebagai tersangka. BS dijerat dengan Pasal 158 Undang-undang No 4 tahun 2009 tentang Minerba, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 Miliar.(elo)