Kaur Kesra Waung Gelapkan Raskin Bulog, Dibiarkan Bebas

proses penyelesaian perkara raskin di balai desa waung, kecamatan Boyolangu, Tulungagung

KANALINDONESIA.COM :Sejalan dengan program pemerintah untuk, mensejahterakan rakyat miskin, maka pemerintah pusat melaui mentri sosial mengeluarkan sejumlah program terobosan yakni berupa pembagian beras yang diberikan pada warga miskin setiap bulannya.

Namun di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ada yang berbeda. Pasalnya beras raskin yang menjadi hak warga miskin di gelapkan oleh aparat pemerintah desa yakni Kaur Kesra (red : mudin). Diduga penggelapan raskin yang nominalnya hampir 26jt. Meskipun secara teknis mekanisme penyaluran seperti biasanya tiap ada uang pasti ada barang, namun kali ini uang belum ada tapi beras dikirim, kelihatannya pihak petugas bulog di akali oleh Mujiono selaku Kaur Kesra yang mengatasnamakan bahwa sudah ada konfirmasi dari kades.

Baca:  Hari Kedua Kunjungan Kerja ke Jatim, Presiden Blusukan ke Pasar Ngemplak

“Beras itu biasanya dikirim tiap bulan dan itu pembayaran ke bulog senilai kurang lebihnya 8jt namun ini ada penundaan pembayaran hingga 3 bulan. Dan uang yang terakumulasi kurang lebih 26jt,” ungkap Eko (37) selaku kades waung.

Eko, menjelaskan terkait masalah penggelapan raskin yang dilakukan oleh aparatur desanya, yang sudah mencatut namanya untuk mencairkan beras raskin.

“Masalah raskin ini sudah dilimpahkan ke kecamatan, karena langsung berurusan dengan pihak kesra kecamatan, serta ada kaitannya dengan bulog. Langkah yang kami tempuh secara kekeluargaan karena, ini merupakan urusan internal desa, dan nanti siang pihak pelaku yakni kaur kesra berjanji akan menyelesaikan urusan raskin, di kantor balai desa. Bagi saya selaku kades, yang jelas mengupayakan untuk diselesaikan dulu secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Baca:  Hendak Masuk Sidoarjo, Mobil Satu Keluarga ODP Covid-19 Dihentikan Petugas Check Point Porong

Dalam pertemuan yang dilakukan di kantor Desa waung dihadiri oleh tokoh masyarakat, perwakilan dari kecamatan yakni pak Hadi selaku bidang kesra dari kecamatan, serta pihak petugas Bulog yaitu Fiktor. Bahkan kades memperingatkan dengan keras kepada Mujiono, agar kesalahan ini tidak terjadi lagi, pihaknya juga menyayangkan apa yang dilakukan mujiononi sembari memberi peringatan pertama dan yg terkahir untuk kaur kesra.

“Semoga ini tidak dilakukan lagi, setidaknya proses musyawarah ini ada hikmahnya bagi pak mujiono, dan kalau terulang maka proses hukum yang akan kita ambil untuk menanganinya,” ungkap eko selaku kepala desa waung.(14/09/2016)
Menyikapi masalah penggelapan yang dilakukan oleh Kaur Kesra, Ketua Lembaga Pengawas Korupsi (LPK) Jawa Timur (Jatim) Tulungagung yakni Roedi Poedji Rahardjo menyayangkan langkah yang ditempuh kades beserta pihak kecamatan dalam menyelesaikan perkara penggelapan raskin yang ada di waung. Pasalnya ini merupakan tindak pidana murni.

Baca:  Harga Cabai Rawit di Tulungagung Tembus Rp80 Ribu

“Ini perkara pidana murni, dan diatur dalam KUHP, ini bisa dikenakan pasal penggelapan pasal 372, kalau harus musyawarah saya sangat menyayangkan hal ini” paparnya.(14/09/2016)

Masih menurtu Roedi,”seharusnya ada hukuman yang diberikan kepada pelaku agar ada efek jera, yang dapat mengakibatkan pelaku tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” pungkasnya.(elo)