Mengaku Mabuk, Pedagang Pentol Keliling Culik Bocah Ingusan

BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Seorang pedagang pentol keliling inisial DD alias BJ (34), warga Dusun Tengginah Laok, Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, harus berurusan dengan aparat .dan mendekam di balik dinginnya hotel prodeo Mapolres Bangkalan.

Tersangka BJ diduga hendak menculik bocah ingusan  inisial RNR (7), warga Jalan Trunojoyo, Kelurahan Pejagan Kecamatan Kota Bangkalan, Senin (9/4/2018).

Kronologis peristiwa bermula  saat korban mendatangi BJ yang sehari- harinya dagang pentol keliling sekira pukul 17.30.
Setelah memesan pentol lalu korban membayarkan uang Rp 2 ribu. Namun pentol yang dipesan korban belum juga diberikan kepada korban. Malah sebaliknya BJ membujuk korban untuk ikut dengannya.

Modusnya, tersangka merayu korban akan diantar pulang kerumahnya juga di iming-imingi akan diberikan uang yang banyak.Korban sempat menolak,tapi BJ memaksa dengan menggendong korban dan dinaikkan ke sepeda motornya yang berisi gerobak pentol.

“Korban didudukan ditengah jok dan terdangka menduduki kaki korban. Agar korban RNR tidak kabur,” terang Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan saat menggelar press release dengan awak media di Mapolres Bangkalan, Selasa, (10/4/2018).

Nasib apes menimpa BJ, lanjut Kapolres Boby. Sebab saat membawa kabur korban, dalam perjalanan, korban RNR berontak hingga akhirnya BJ kehilangan kendali dan terjatuh.

“Tersangka dan korban terjatuh dari sepeda motornya di depan toko perabotan yang tidak jauh dari TKP. RNR mengalami luka pada kaki sebelah kiri dan tangan sebelah kiri,” paparnya

Korban dan tersangka kemudian ditolong oleh salah satu saksi warga setempat bernama Muhlis. Kecurigaan Muhlis muncul ketika menolong korban, ternyata bocah ingusan tersebut melarikan diri dan menjauh dari tersangka.

“Semula saksi Muhlis mengira korban adalah anak tersangka, namun melihat korban lari menjauh dari BJ, saksi curiga dan bertanya kepada korban. Korbanpun menjawab bahwa dia bukan anaknya,” kata Kapolres Boby

Mendengar jawaban tersebut saksi Muhlis  langsung curiga dan mengamankan BJ ke Polres Bangkalan.

“Tersangka BJ akan dijerat pasal 83 Jo pasal 76 f UU nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Acaman hukumannya minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, dihadapan aparat yang menginterogasi, BJ mengakui perbuatannnya. Namun sama sekali tidak ada  niatan untuk menculik korban. Karena saat itu dia mrngaku berada dibawah pengaruh minuman keras.

“Kondisi saya saat itu dalam keadaan mabuk, saya mengaku salah, menyesal, dan siap menerima hukuman,” kilah tersangka. (yans).