Bayi Lahir Tanpa Anus Pamekasan Dirujuk ke RS. Dr. Soetomo Surabaya

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM: Bayi tanpa anus yang lahir pada 10  hari yang lalu di Rumah Sakit Swasta “LARASATI” Pamekasan akhirnya dirujuk ke RS. Dr. Soetomo Surabaya, Selasa (10/04/2018).

Dirujuknya bayi tanpa anus tersebut, telah membuat kedua orang tuanya yakni, Adurrahman dan Suhatiah, warga Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, bersama kerabatnya merasa sangat senang dan bahagia.

H. Muzaki, Kepala Desa Jarin mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada semua pihak diantanya, Jurnalis Muda Pamekasan (JMP), Relawan BPBD, Relawan Pemuda Pelita Madura (RPPM), Gerakan Sosial dan Seni (GAPSOS) dan semua donatur, serta jajaran Polres Pamekasan yang sudi membantu dari segi materi juga tenaga.

“Syukur alhamdulillah hari ini bayi tanpa anus putra dari warga kami ini akan dirujuk ke RSUD Surabaya, dan tak lupa pula kepada semua teman jurnalis juga semua relawan saya minta sambung doanya agar operasi Bayi ini di Surabaya berjalan lancar, secara khusus, juga kepada pihak RSUD. Dr. H. Slamet Martodirdjo, saya mengucapkan terima kasih banyak karena yang kami harapkan bisa terlaksana hari ini,” kata Muzaki, selasa(10/04).

Kades Jarin menambahkan, bahwa keberadaan bayi tanpa anus itu sempat terlantar selama 9 hari hingga kondisinya semakin mengurus, keriput dan melemas lantaran belum ada repon positif dari pihak terkait perihal rekomemdasi rujukannya ke RS. Dr. Soetomo Surabaya.

Tak hanya itu, Dirinya juga sudah berusaha mendesak pihak RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo Pamekasan untuk segera mengambil langkah pemberangkatan operasi.

“Saya mendesak dari tanggal 7 saya masuk, cuma alasannya hanya menunggu telepon dari Dr. Soetomo Surabaya mengenai tentang alat,” paparnya.

Lebih lanjut, Marzuki menegaskan, bahwa dirinya menuding ada indikasi tebang pilih dalam penanganan korban, jika menggunakan BPJS di proses belakangan, sedangkan bagi yang membayar cas di proses terlebih dahulu.

“Semuanya yang menggunakan BPJS, yang lahir tanpa anus harus menunggu  antrian,” tegasnya.

Perlu diketahui, bayi tampa anus ini lahir beberapa waktu lalu di ruang bersalin di sebuah Rumah Sakit Sawasta Pamekasan yakni, Rumah Sakit “LARASATI”. Namun karena alasan kekurangan alat medis, RS LARASATI melempar tanggung jawabnya dengan cara merujuknya ke RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo Pamekasan.(Ifa/Nang).