Demo Abal-abal Minta Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung Mundur, Tanpa Alasan

KANALINDONESIA.COM : Segerombolan warga yang tidak jelas dari mana asalnya mendatangi kantor Dinas Pendidikan Tulungagung dengan membawa sejumlah poster dan sound sistem yang diusung dengan mobil pickup, mereka menyuarakan untuk meminta kepala dinas pendidikan mundur dari jabatannya.

“Kami minta agar kepala dinas pendidikan mundur dan diganti,” ujar salah satu peserta demo abal-abal dalam orasinya.(14/09/2016)

Rombongan warga yang berjumlah puluhan tersbut mengendarai sepeda motor. Setelah berteriak-teriak di depan kantor dinas pendidikan, rombongan masa aksi berpindah menuju kantor DPRD Tulungagung.

Didalam orasinya, orator aksi kembali meneriak’an permintaan kepada anggota DPRD untuk segera mencopot kepala dinas pendidikan. Lagi-lagi didalam orasinya, orator tidak menjelaskan alasan tuntutan mereka, bukan hanya itu pendemo abal-abal ini juga meminta DPRD menjalankan fungsinya.

Baca:  Putus Penyebaran Covid-19, Ini yang Dilakukan PKB Tulungagung

“Kami minta DPRD mencopot kepala dinas pendidikan, dan mengawasi jalannya pendidikan di kabupaten Tulungagung,” teriak orator dalam demo abal-abal yang tidak ada perwakilannya menemui dewan didalam gedung DPRD.

Bukan hanya itu dalam aksi ini mereka juga pawai ke depan pendopo Bupati Tulungagung sembari meneriakkan bahwa bupati harus menjalankan program pendidikan murah yang sesuai visi misinya dalam kampanye dulu.

Menyikapi hal ini Dinas pendidikan Tulungagung melalui Sekretaris dinasnya yakni Haryo D.W mengatakan,” aksi ini tadi adalah bentuk menyuarakan aspirasi masyarakat secara langsung dan itu kami anggap sah-sah saja, kan itu hak mereka sebagai warga negara,” paparnya.(14/09/2016)

Namun ketika disinggung soal apa yang menjadi subtansi keluhan sekelompok masyarakat yang melakukan aksi tadi, pihaknya juga merasa bingung, pasalnya isu yang dibawa tidak jelas dan membias.

Baca:  HTH di Bangkalan, Bupati Gerojok Air Bersih 33 Desa Rawan Kekeringan

“Tidak ada dialog dari pihak pendemo, jadi kami kurang tau apa alasan mereka aksi, serta dasar mereka meminta untuk kepala dinas diganti. Mereka hanya menyuarakan aspirasi mereka sebagai masyarakat Tulungagung,” pungkasnya.(elo)