Selama UNBK, Sekolah di Lamongan Wajibkan Siswanya Tinggal di Pondok Pesantren

Lokasi SMA NU 1 Model Karenggeneng yang berada di Kompleks Pondok Pesantren Tanwirul Qulub Sungelebak Karanggeneng. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Puluhan siswa SMA NU 1 Model Sungelebak Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), mulai Minggu (8/4/2018) harus tinggal di Asrama Pondok Pesantren Tanwirul Qulub Sungelebak. Ini dilakukan agar konsentrasi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi UNBK lebih maksimal.

Kegiatan ini dilakukan, selain untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa yang akan mengikuti UNBK juga untuk memberikan tambahan ilmu di bidang agama karena SMA NU 1 Model Sungelebak adalah lembaga pendidikan yang berdiri dibawa naungan Yayasan Pondok Pesantren Tanwirul Qulub Sungelebak, sehingga tujuan Visi dan Misi SMA NU 1 Model akan sejalan dengan Pondok Pesantren Tanwirul Qulub.

Kepala Sekolah SMA NU 1 Model Sungelebak, Dr. H. Ach. Zaki Fuad, M. Ag. mengungkapkan siswa yang akan mengikuti UNBK sengaja diinapkan di asrama pondok, Itu dilakukan untuk bisa mengawasi siswa,  mulai belajarnya, berdo’anya dan juga waktu tidurnya supaya mereka tidak terlambat mengikuti UNBK SMA.

“Ada beberapa anak peserta ujian yang rumahnya jauh, dengan adanya sistem mondok ini mereka bisa tinggal di pondok, sekaligus memberikan tambahan kegiatan rohaninya” ujarnya saat dihubungi kanalindonesia.com, Selasa (10/4/2018).

Ia juga menambahkan, kegiatan tambahan pada siswa adalah Tahlil dan Istighotsa,  sholat Hajat, Sholat Tasbih serta bacaan wirit dan do’a lainnya semuanya dilakukan seusai Jama’ah Sholat Maghrib sekaligus bimbingan belajar. Sejauh ini para siswa merasa nyaman dan tidak mempermasalahkan soal menginap di sekolah. “Kondisi begini, mereka enjoy. Saya melihat anak-anak senang,” katanya.

Zaki juga mengatakan, anak-anak tersebut tidak merasa menjadi kendala dan malah mereka senang menginap di pondok. Menurutnya, saat ini total komputer yang akan digunakan UNBK untuk satu ruangan mencapai 30 unit. Dengan peserta 85 anak. “Komputer cukup untuk satu ruangan yang akan dibagi menjadi tiga sesi,” pungkasnya. (omdik/fer)