Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Bangku Sekolah di Disdik Sidoarjo

KANALINDONESIA.COM, Sidoarjo Kalangan pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sidoarjo mempertanyakan keseriusan pihak kepolisian terkait kelangsungan pengusutan kasus dugaan penyimpangan atau korupsi dalam pengadaan bangku-bangku sekolah di SD, SMP, SMA bernilai miliaran rupiah, di seluruh Kabupaten Sidoarjo yang pembeliannya dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, tahun 2015.

Mustain Baladan, saat menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, pada 3 Nopember 2015 lalu, telah dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Jawa Timur.

Pemanggilan itu berkaitan dengan adanya dugaan korupsi proyek pengadaan bangku-bangku sekolah di SD, SMP, SMA tersebut, yang pembeliannya dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo yang ditangani oleh Polda Jatim.

Namun, hingga saat ini kasus tersebut belum diketahui kejelasan dan kelanjutannya, apakah masih disidik atau sebaliknya, mandeg.

Terkait itu, Komite Mahasiswa Nusantara (KMNU) Cabang Sidoarjo selain ingin mengetahui kelanjutan proses penyidikan, juga meminta aparat hukum untuk menindak tegas segala bentuk tindakan korupsi di Sidoarjo.

“Tujuannya, supaya bisa menimbulkan efek jera kepada para pejabat di Sidoarjo, utamanya yang sengaja melakukan tindakan menyimpang, agar tidak menghambat pembangunan di Kabupaten Sidoarjo ini,” ujar Ketua KMNU, Amsar Wiranu, Rabu (11/4/2018).

Amsar menambahkan, bahwa sudah menjadi rahasia umum bahwa pembangunan, khususnya terkait pengembangan dunia pendidikan di Sidoarjo memang selalu ketinggalan. Ini diduga akibat masih kuatnya mental dan perilaku korup dari sejumlah pejabatnya, di Kota Udang ini.

Amsar juga memberikan apresiasi dan berharap kepada Polda Jatim untuk terus mengusut dugaan korupsi dana pendidikan di Sidoarjo tersebut.

“Kami berharap polisi serius mengusut dugaan korupsi yang merugikan murid, orang tua murid dan para peserta didik lainnya ini untuk terus diusut tuntas, agar pendidikan di Sidoarjo bisa berkembang dengan baik,” pungkasnya.

Terkait dugaan perilaku korupsi yang masih marak terjadi di Sidoarjo, Ketua Kelompok Studi Delta (KSD) Sidoarjo, Cahyo Putro juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya Dinas Pendidikan agar berhati-hati dalam pengadaan buku dan alat peraga pendidikan serta peralatan TIK (Teknologi Informasi Komputer) untuk memenuhi kebutuhan sekolah-sekolah yang sedang dilaksanakan, agar nantinya tidak berurusan dengan aparat hukum karena tersandung korupsi.ria