Tak Segera Ada Solusi, Aliansi Masyarakat Tertindas Ponorogo Gelar Demo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Ratusan masa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Ponorogo Tertindas menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD dan kantor Pemkab Ponorogo, Rabu(11/04/2018).

Masa berasal dari berbagai elemen yang diantaranya yaitu dari paguyuban Becak Mesin Mania, Aston/Aksi Pekerja Tambang Sampung, Kelompok 16 KK warga Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Sawoo, pedagang beserta Koperasi Artha Pandu Nugraha Jaya selaku pengelola lahan aset eks Implasemen Stasiun PT. KAI Ponorogo, Perpek 5 Ponorogo beserta pedagang PK-5 se-Kabupaten Ponorogo, pedagang Pasar legi Songgolangit.

Masa dengan mengendarai motor, sejumlah mobil yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Ponorogo ini berkumpul di depan Masjid Agung yang berada di Jalan Alun-Alun Barat yang kemudian berjalan menuju gedung DPRD Ponorogo yang berada di Jalan Alun-Alun Timur.

Aksi dengan mengusung permasalahan yang diantaranya pelarangan operasional bentor, permasalahan 16 KK warga di Dukuh Bendo yang terdampak pembangunan proyek waduk Bendo, Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo, pembangunan pabrik pengolahan batu kapur modern di Kecamatan Sampung oleh Pemkab Ponorogo, penertiban pedagang pasar eks. Implasemen Stasiun KAI Ponorogo dan penyegelan pembangunan pasar oleh Pemkab Ponorogo penertiban pedagang kaki 5 dan penolakan relokasi pedagang kaki 5 di  Jalan Sultan Agung, pertambangan pasir di wilayah Kabupaten Ponorogo pembangunan pasar legi Songgolangit dan nasib pedagang pasca kebakaran.

Selain berorasi di depan gedung DPRD Ponorogo, masa juga membawa bendera identitas ormas dari masing masing kelompok, gerobak PKL, replika keranda mayat dan membentangkan kain putih panjang sekitar 30 meter serta spanduk/poster yang diantaranya bertuliskan: Emoh Ngapusi Tapi Ngusuri; DPRD ku Kalahkan Manut Bupati; Bupati Ku Isone Nyakyok; Sampung tolak Pabrik; Kembalikan Hak Kami; Janjimu Dadi tangisku; Wani Mu Gur Karo Bentor.

Sejumlah perwakilan kemudian dijinkan masuk gedung DPRD namun sesampai didalam mereka justru diberitahu jika semua anggota dan unsure pimpinan DPRD tidak ada. Tak terima dengan keterangan pegawai kesekretariatan DPRD, mperwakilan masa kemudian melakukan penyisiran ke semua ruangan.

Merasa kecewa karena tak bertemu dengan satupun anggota dewan, masa kemudian berjalan menuju kantor Pemkab Ponorogo.

Didepan patung macan/ paseban alun-alun masa melakukan orasi, yang kemudian perwakilan diijinkan masuk kantor Pemkab dan diterima oleh kepala Bakesbangpolinmas Vifson Suisno dan Asisten Adsministrasi Pemerintahan Syaifur Rohman di ruang Bantarangin lantai 2 gedung Pemkab Ponorogo.

“Kami tidak akan menyampaikan maskud dan tujuan kami, sebelum bertemu dengan Bupati sebagai pengambil kebijakan, untuk itu kami akan dating lagi pecan depan dengan masa yang jauh lebih besar”ucap kordinator aksi Didik Haryanto.

Masa yang kecewa kemudian melanjutkan orasinya di depan patung macan dengan menggelar aksi teatrikal dan membakar replica keranda mayat dan gerobak PK5 yang mereka bawa.(KI-01)