Diduga Belum Kantongi IMB, Bangunan Ini Tetap Dibangun

TRENGGALEK,  KANALINDONESIA.COM: Pembangunan gedung yang diperuntukkan untuk bengkel diduga belum kantongi izin. Bangunan yang berlokasi di Desa Ngares Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ini diduga belum mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB ) ,karena proses pembangunannya telah melanggar Permen PUPR nomor 28/PRT/M/2016 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai Dan Garis Sempadan Danau.

Seperti yang diketahui, Garis Sempadan pada Sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan sebagai mana dimaksud dalam pasal 4 ayat (2) huruf a, ditentukan paling sedikit berjarak 10 meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai. Dalam hal ini kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan 3 meter.

Berkaca dari Peraturan Menteri (Permen) ini, tentunya bangunan tersebut telah melanggar aturan. Akan tetapi dalam hal ini, pihak penegak Perdatau Satpol PP terkesan tutup mata dan tidak berupaya melakukan penertiban.

Kasi verifikasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek, Imam Maulani mengatakan bahwa sejauh ini belum ada pengajuan IMB di Desa Ngares. “Sejauh ini belum ada laporan yang masuk terkait pengajuan IMB yang ada di Desa Ngares. Bahkan berkas pengajuannya pun juga belum ada. Jikalau sudah mengajukan, tim ferivikasi belum menyatakan adanya pelanggaran. Nanti IMBnya tidak akan kita terbitkan,” ucapnya, Kamis (12/04).

Lebih lanjut Imam menuturkan, jika nantinya proses pembangunanya tetap dilakukan, hal tersebut tentu bukan wewenang Dinas PMPTSP. Dan untuk mengambil tindakan, akan menjadi ranah Penegak Peraturan Daerah.

Pihaknya juga akan melakukan investigasi dan memberikan peringan kepada yang bersangkutan terkait kegiatan yang dilakukan.

“Kita akan melakukan investigasi ke lapangan dulu dan memberikan peringatan kepada yang melaksanakan kegiatan tersebu. Agar yang bersangkutan segera mengurus surat perijinannya terlebih dulu. Akan tetapi sebelum ada surat perijinannya, kita akan menghentikan proses pengerjaannya,” tegasnya.

Terpisah, Kasi Penyelidikan dan Penindakan Kantor Satpol PP Kabupaten Trenggalek, Tugas Rulatno mengakatan jika proses kepengurusan surat perijinannya selesai dibuat, dan tidak ada pelanggaran ,pihaknya tidak akan menghalang-halangi proses pengerjaan bangunan tersebut.

“Kalau sudah ada surat ijin mendirikan bangunannya sudah diselesaikan, dan selama tidak melakukan pelanggaran – pelanggaran, silahkan proses pengerjaan bangunan tersebut dilanjutkan,” katanya. (ays/mil/ham)