​Ketua DPD Hanura Jatim Bantah Tak sesuai AD/ ART

KANALINDONESIA.COM : Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Hanura Kota Kediri yang melurug kantor Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Hanura Jatim tak bisa bertemu dengan Aprilianto Kelana ketua DPD Hanura Jatim karena sedang ada tugas ke Dewan Pimpinan Pusat sejak kemarin Selasa 13/09

Dalam Keteranganya sat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan “Saya mengapresiasi keinginan kader2 dari dpc kediri. Saya minta maaf tidak bisa menemui,karena sedang mengikuti rapat di DPP mulai kemarin. Sepulangnya dari DPP, sy akan sgera menyelesaikan permasalahan ini, biar tidak berlarut2,” ujar Kelana  saat dihubungi melalui telepon selulernya Rabu 14/09

Sementara itu saat dikonfirmasi  Terkait isu adanya rekom calon ketua dpc yang tidak sesuai ad/art partai seperti yang ditudingkan pihak DPC, Kelana membantahnya. Ia mengatakan bahwa rekom didapatkan melalui berbagai pertimbangan dan masukan dari tim penjaringan bakal calon. Setelah itu diajukan ke DPP, dan mutlak kewenangan DPP untuk memberikan rekom tersebut kepada bakal calon ketua dpc terpilih.kata Kelana

Baca:  Sumrambah Kader PDIP Kembalikan Formulir dan Sampaikan Visi Misi ke Partai Gerindra

seperti diketahui anggota Pengurus Anak CABANG ( PAC ) kota kediri benar benar  melurug  kantor Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) HANURA Jatim, benar benar dibuktikan Rabu pagi 14/09 namun mereka tak bisa ditemui Ketua DPD Jatim

Dikatakan Sekertaris DPC Hanura Kota Kediri Roi, keberangkatan sekitar 25 pengurus DPC dan PAC ke DPD Hanura Jatim tak lain untuk menggelar audensi dengan Ketua DPD terkait molornya Muscab serta adanya upaya menggelar Muscab yang yang tidak sesuai mekanisme mekanisme dengan memilih Ketua DPC tidak melalui tahapan

“Tuntutan kita agar menjalankan Muscab sesuai mekanisme AD/ART partai, tidak asal comotan, disni kan sudah ada dua orang yang sudah melaui tahapan seperti fitdan properte rekomnya yang dapat siapa, jangan tiba-tiba muncul orang lain” kata Roi saat dihubungi melalui telepon selulernya Rabu( 14/09).

Baca:  Ratusan Pendemo Teriak Minta Bupati KLU Turun Dari Jabatannya

G Marmoyo