Bosda Belum Cair, Ratusan Sekolah Rusak DPRD Gresik Mengeluh

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Khoirul Huda mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan Bosda yang dianggarkan untuk bantuan siswa SD dan SMP di Kabupaten Gresik hingga saat ini belum bisa dicairkan.

Mandeg-nya pencairan Bosda tersebut disebabkan adanya mekanisme peraturan yang baru. Sehingga, imbasnya bisa mengganggu pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Gresik.

Imbas adanya mekanisme baru dimana, setiap sekolah sistemnya beli barang dulu baru diklaim pencairannya di kemudian hari sangat menyulitkan pihak sekolah,” ungkapnya saat jumpa pers, Kamis (12/4/2018).

Komisi IV DPRD Gresik yang membidangi kesejahteraan masyarakat dan pendidikan itu telah menganggarkan dana tersebut cukup besar. Sesuai aturan per siswa mendapat Rp 15 ribu untuk siswa sekolah dasar, dan Rp 35 ribu siswa sekolah tingkat pertama dengan total anggaran di sektor tersebut mencapai Rp 97 miliar.

Pihak kami telah meminta kepada DPPKAD Gresik saat hearing beberapa hari lalu untuk dilakukan evaluasi. Padahal bantuan operasional siswa (BOS) dari pemerintah pusat relatif bisa diturunkan,” jelasnya.

Selain mengeluhkan belum cairnya Bosda. Komisi IV juga mengeluhkan sarana infrastruktur sekolah di Kabupaten Gresik banyak yang rusak.

Komisi IV mencatat, ada 390 ruang kelas yang mengalami kerusakan. Jumlah tersebut ditambah lagi 1010 bangunan sekolah rusak berat terutama di desa-desa. (lan)