Mesum Dibawah Jembatan, Anak Punk Diringkus Polres Bojonegoro

Anak punk yang berhasil diringkus Polres Bojonegoro saat mesum ( foto :reg/KIcom)

KANALINDONESIA.COM : Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro berhasil meringkus segerombolan anak punk yang telah meresahkan warga Bojonegoro, Kamis( 15/09/2016).

Awal diringkusnya sejumlah anak punk oleh anggota Polres Bojonegoro tersebut bermula dari laporan masyarakat. Mendapati laporan tersebut polisi langsung melakukan tindakan dengan mendatangi tempat kejadian perkar (TKP).

“Dengan adanya laporan dari warga sekitar yang kerap sekali melihat segerombolan anak punk yang sering berkumpul di bawah jembatan kelurahan Jetak ini, kami selaku pihak keamanan langsung melakukan operasi di tempat tersebut, dan alhasil kita berhasil menangkap sepasang kekasih anak punk yang sedang mesum,”ucap Kapolres AKBP Wahyu S Biantoro.

Baca:  Setyo Hartono Daftar Sebagai Cabub Bojonegoro Lewat Partai Nasdem

Lebih lanjut Kapolres AKBP Wahyu S Biantoro mengatakan,pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada anak-anak punk ini, dengan tujuan agar mereka merasa jera.

”Dalam kasus ini kami akan menindak lanjuti dan memberikan sanksi yang tegas agar mereka (segerombolan anak punk) mempunyai rasa jera,”tegas Kapolres.

Seementara itu, dari pengakuan salah satu pelaku sebut saja namanya Melati, mereka baru kali ini melakukan perbuatan asusila di tempat ini.

“Kami baru kali ini melakukan, tapi kalau untuk minum – minum kami memang sering dan ini adalah salah satu tempat favorit kita bila sedang berkumpul untuk minum – minum,”ucapnya.

Atas diamankanya sekelompok anak punk tersebut, salah satu warga Bojonegoro berharap, penertiban tidak hanya di satu tempat saja, tapi menyeluruh ke wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Baca:  HJ Mitroatin Aklamasi Pimpin Golkar Bojonegoro

“Dengan adanya kasus ini kami minta agar seluruh jajaran keamanan dari Polres dan seluruh Polsek yang berada di wilayah hukum Polres Bojonegoro segera menertibkan segerombolan anak punk yang sering berada di perempatan – perempatan kota Bojonegoro,” ungkap friska (26) salah satu warga yang merasa geram dengan perbuatan segerombolan anak punk itu.(Reg)