Kemacetan Pasar Babat, Tak Kunjung Terselesaikan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Panas terik menambah gerah hari ini, ketika kita melewati pasar Babat Lamongan, Jawa Timur. Masih banyak kendaraan roda empat parkir di bahu jalan. Bahkan, pedagang kaki lima (PKL) juga berjualan di bahu jalan. Kemacetan pun muncul di sana sini.

Rekayasa jalan di seputar kawasan Pasar Babat harus segera dikonsep. Kemacetan akan terus membayangi kawasan yang terkenal dengan sebutan Kota Wingko ini. Parahnya, toko-toko di kawasan tersebut juga tak memiliki areal parkir memadai, sehingga para konsumen akan susah mencari parkir yang terdekat.

Kemacetan kerap terjadi meski setiap hari sudah ada petugas dari dinas perhubungan dan kepolisian mengatur lalu lintas di jalan tersebut.

’’Setiap hari terjadi macet, apalagi saat seperti ini akhir pekan dan libur dua hari, pasti macet,’’ kata Wahyu, pengendara yang melintas di Jalan Raya Babat, saat ditemui kanalindonesia.com, Sabtu (14/4/2018).

Menurut dia, kawasan seputar Pasar Babat akan dibayangi kemacetan selama bahu jalan masih terdapat PKL dan kendaraan parkir. Sebab, rata-rata toko di sepanjang Jalan Raya Babat tidak memiliki lahan parkir.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan di jalur jalan raya Babat, Lamongan, terutama di depan pasar merupakan lokasi paling rawan macet karena acapkali kendaraan besar angkutan umum bus berhenti untuk menurunkan atau menaikkan penumpang.

“Sehari-hari kendaraan yang melewati Pasar Babat   kerap  merambat. Selain badan jalan yang realatif sempit, juga kendaraan besar lalu lalang di jalan tersebut. Tersendatnya arus lalu lintas juga disebabkan oleh kendaraan yang diparkir seenaknya di kanan kiri jalan” pungkas Wahyu.(omdik/fer)